Panwaslu Meranti Tetap Awasi Pilgubri Putaran Dua
Selasa, 24 September 2013 18:57 WIB
SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Meski belum ada kejelasan terhadap anggaran pelaksanaan Pemilihan gubernur Riau putaran kedua, namun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepulauan Meranti menyatakan komitmennya untuk tetap melaksanakan pengawasan dalam Pemilihan Gubernur Riau putaran kedua. Sehingga Pilgubri putaran kedua nantinya dapat tetap berjalan dengan aman dan kondusif sebagai mana harapkan kita semua.
Ketua Panwaslu Kepulauan Meranti, Imam Bashori SH mengungkapkan, Selasa (24/9/13) mengatakan Panwaslu Kepulauan Meranti tetap berpedoman Undang-undang nomor 15 tahun 2011 tetang penyelenggara pemilu, dimana panwaslu harus mengawasi tahapan kampanye sesuai wilayah kerja.
"Terkait dengan belum pastinya dana dari pemprov Riau kepada Bawaslu Riau, adalah urusan bawaslu untuk melakukan loby dan komunikaksi secara aktif. Namun demikian, kami sebagai panwaslu di meranti bertanggung jawab secara moril, agar pelaksanaan pilgubri putaran kedua bisa berjalan secara jujur, adil dan bermartabat," ungkapnya.
Karena itu, lanjut Imam pengawasan pemilu tetap sangat diperlukan. Tapi nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan pendanaan dan sistem pengawasan yang mungkin dirubah.
"Ada dua alternatif yang akan kita lakukan, diantaranya kalau dana dari Pemkab Meranti yang diusulkan disetujui dan tidak mencukupi, maka kami akan mengoiptimalkan pengawasan dengan sistem honor saksi setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang dilantik dan bekerja pada putaran pertama kemarin akan dimanfaatkan menjadi saksi, bukan PPL lagi. Selanjutnya seluruh Panwascam sudah kita suruh membagi tugas dengan memantau seluruh TPS di wilayah kerjanya. Contohnya jika di kecamatan Pulau Merbau terdapat 39 TPS, maka 3 orang anggota panwascam akan dibagi mengawasi 39 TPS tersebut," terangnya.
Artinya, sebut Imam pihaknya ingin memaksimalkan peran Panwascam untuk memantau seluruh TPS nantinya. Sehingga pengawasan tetap berjalan dengan baik, walaupun dengan keterbatasan dan belum adanya kejelasan terhadap anggaran untuk Pilgub putaran kedua yang diagendakan dilaksanakan 30 oktober nantinya.
"Kami ingin daerah Meranti aman, jadi sekecil apapun konflik, kita akan tetap proses sesuai aturan, dan hal-hal ini bisa dilakukan jika element terkait difungsikan secara maksimal," sebutnya. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kecelakaan Kapal Pekerja Migran di Pulau Rupat, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Pendidikan
Hari Pramuka ke-65, Logo dan Tema Resmi 2026
-
Politik
DPRD Riau Masuk Tahap Akhir Penanganan Parisman dan Indra Gunawan
-
Ekbis
BRK Syariah Didorong Jadi Mitra Perbankan Perusahaan di Riau
-
Pendidikan
Keracunan MBG di Dumai, 45 Siswa Dirawat
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?

