• Home
  • Politik
  • Anggota DPD RI Asal Riau Gandeng Instansi Terkait Tuntaskan Konflik Lahan

Anggota DPD RI Asal Riau Gandeng Instansi Terkait Tuntaskan Konflik Lahan

Jumat, 14 November 2014 17:39 WIB
PEKANBARU : Kasus sengketa atau konflik lahan masih banyak yang belum terselesaikan di Riau. Pemerintah terus berjuang agar tidak menimbulkan kericuhan dan memberi keadilan kepada masyarakat. 

Untuk menyelesaikan permasalah ini, Anggota DPD RI menggandeng sejumlah instansi terkait. 

Anggota DPD RI dari Riau Intsiawati Ayus SH MH memanggil beberapa perwakilan instansi baik dari Pemerintahan Provinsi Riau, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Riau, Polda Riau dan Korem 031/WB. 

Mereka melakukan pertemuan di Kantor DPD RI, Jalan Borobudur, Pekanbaru, Selasa (11/11/14) silam. 

"Pertemuan itu menghasilkan beberapa. Poin-poinya adalah soal rekomendasi dan kesimpulan-kesimpulan untuk menyelesaikan konflik lahan di Riau," ungkap Intsiawati Ayus kepada wartawan, Kamis (13/11/14). 

Beberapa poin penting dari hasil pertemuan itu, antara lain: membangun persepsi bersama mengembangkan koordinasi intensif antar instansi dalam penyelesaian sengkata dan konflik lahan di Riau. "Kita juga membentuk tim terpadu untuk memfasilitasi penyelesaian konflik itu," jelasnya. 

"Selain itu, DPD RI merekomendasikan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah menyiapkan anggaran di dalam APBN dan APBD untuk penyelesaian sengketa lahan itu," sambung Intsiawati. 

Pertanda kerja sama itu ditandangani oleh Intsiawati Ayus SH MH (DPD RI), Kasiarudin (Asisten Bidang Pemerintahan Setda Prov Riau), Armansyah Salam (Kakanwil Kementerian Agraria dan Tata Ruang), Andry Sukarmen (Karo Tapem Setda Prov Riau), Kombes Pol Arif Rahman Hakim (Direskrimum Polda Riau), Letkol. VictorTampubolon (Kasi Teritorial Korem 031/WB) dan pejabat lainnya. 

"Kita akan melakukan pertemuan lanjutan fasilitasi penyelesaian permasalahan ini tanggal 11 Desember mendatang. Dan kita akan melakukan pertemuan rutin setiap 3 bulan," sambung Intsiawati.

(gem/gem)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar