Awal Kepemimpinan Gubri Annas Dinilai Gagal Beri Kesan Positif
Selasa, 18 Maret 2014 11:04 WIB
PEKANBARU - Satu bulan sudah pasangan Annas Maamun-Arasyadjuliandi Rahman dinobatkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau priode 2014-2015.
Sangat baru memang, namun justru di awal priode muncul pandangan negatif terhadap gaya kepemimpinan Annas Maamun sebagai Gubernur Riau.
Paling tidak ada tiga peristiwa yang menyeruakan pandangan negatif terhadap gaya kepemimpinan mantan Bupati Rokan Hilir tersebut.
Pertama saat Annas Maamun absen di majelis sholat istisqo. Ibadah minta hujan di halaman kantornya. Kedua, saat Annas absen tak mengikuti teleconference bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas kabut asap.
Alasan ketidak-hadiran Annas dalam kedua kegiatan sama. Sedang berada di kampung halamannya di Kabupaten Rokan Hilir.
Ketiga, sikap diamnya Annas terkait kisruh Satuan Organisasi Tata Laksana (SOTK) baru dan lama yang memicu stadnannya pencairan APBD Riau 2014.
Sebagai gubernur, Annas terkesan mendiamkan masalah krusial tersebut terus berlarut-larut. Sehingga Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi terpaksa turun tangan dan pekan depan mempertemukan gubernur dan Ketua DPRD untuk mencari solusi.
Pengaman politik, hukum dan tata negara Universitas Islam Riau Maxaxai Indra mengakui memahami kekecewaan publik terhadap gaya kepemimpinan Annas.
"Wajar kalau kemudian muncul kekecewaan dari masyarakat terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Annas, karena ketika memilih Annas, masyarakat menggantungkan harapan yang sangat besar akan adanya kebijakan yang perpihak pada mereka," tuturnya Ahmad.
Dalam pandangan Ahmad, tidak semestinya Gubernur Annas tak menghadiri teleconference dengan Presiden SBY. Karena, ketika itu kabut asap sedang menjadi masalah dan derita masyarakat.
Kehadiran Presiden ke Riau merupakan bentuk keseriusan kepala negara ingin mencarikan solusi kabut asap. Menjadi ironis ketika kepala negara datang, justru Gubernur Annas sebagai tuan rumah justru tidak ada.
"Ketidakhadiran Gubri Annas ketika sangat berbekas di hati masyarakat. Mereka patut kecewa," tukasnya.
Meski demikian, Ahmad mengharapkan masyarakat tak langsung skeptis pada Gubernur Annas. Karena waktu satu bulan hanya awal. Bisa jadi saat ini Annas masih dalam masa transisi gaya kepemimpinan sebagai bupati menjadi gubernur.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

