• Home
  • Sosial
  • Tradisi Ngopi Jam Kerja Warnai PNS Pemko Dumai

Tradisi Ngopi Jam Kerja Warnai PNS Pemko Dumai

Selasa, 18 Maret 2014 10:43 WIB

DUMAI - Kendati petugas Satpol PP Kota Dumai kerap melakukan razia pada jam ngantor, tapi ulah oknum pegawai negeri sipil maupun tenaga honorer masih saja banyak yang terjadi razia di warung kopi saat jam kerja.

Ironisnya lagi, mereka terjaring razia usai upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) bulan Maret 2014 yang diperingati untuk membangkitkan semangat pengabdian PNS kepada Masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik.

Bahkan sanksi yang diberikan pemerintah kepada oknum abdi negara itupun tidak tanggung beratnya, namun tradisi duduk ngerumpi di warung kopi saat jam kerja masih saja terlihat di sudut kota ini.

Kepala Satpol PP Dumai Bambang Wardoyo mengatakan, razia sudah kerap dilakukan untuk menertibkan oknum abdi negara pada waktu kerja. Namun menurutnya, razia yang dilakukan itu tidak memberikan efek jera kepada oknum tersebut.

"Sudah sering kita lakukan razia, tapi ada saja yang tertangkap oknum pelayan masyarakat kita ini. Padahal, sanksi yang diberikan BKD sudah berat, mulai dari penundaan kenaikan pangkat dan pemotongan gaji," jelasnya, Selasa (18/3/14).

Dikatakan dia, hasil razia yang dilakukan usai upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang diperingati Maret ini, sedikitnya berhasil menjaring sebanyak delapan orang PNS dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Adapun delapan abdi negara yang terjaring razia disiplin tersebut, Lurah Bukit Timah bersama tiga orang stafnya, dua PNS dari lingkungan Lurah Purnama, dua orang PNS dari lingkungan instansi Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Dumai.

"Dari delapan abdi negara ini terajaring di warung kopi yang berbeda-beda. Ada yang ditangkap di kedai kopi jalan Ombak, Sukajadi, dan Sultan Sarif Kasim," tegas Kakan Satpol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo.

Menurutnya, razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang resah melihat banyaknya oknum PNS memanfaatkan waktu kerja untuk duduk minum kopi. Laporan itu, langsung ditindaklanjutinya dan akhirnya membuahkan hasil.

"Masyarakat banyak melaporkan masalah ini kepada saya soal banyaknya pegawai negeri yang duduk di warung kopi. Lantas, kita menurunkan tim untuk menyisir sejumlah warung kopi dan buktinya membuahkan hasil," katanya.

Terakhiri, Bambang mengatakan, dari delapan oknum pegawai negeri sipil yang terjaring razia ini, semuanya sudah di data dan dilaporkan ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Dumai untuk proses pemberian sanksi disiplin berkerja abdi negara.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar