• Home
  • Politik
  • Banyak RT Terkejut, DPT Pileg 2014 Gunakan Data 2009

Banyak RT Terkejut, DPT Pileg 2014 Gunakan Data 2009

Senin, 07 April 2014 15:46 WIB

PEKANBARU- Ahmad, Ketua Rukun Tetangga (06), Rukun Warga (02), Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru sangat terkejut saat mengetahui jumlah warganya yang berhak menggunakan hak pilih pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 membengkak hampir seratus persen.

Jika pada Pilgubri putaran dua pada 27 Nopember 2013 lalu, daftar pemilih tetap atau DPT di RT 06 hanya 275 jiwa dan cukup satu tempat pemungutan suara atau TPS, namun kini menjadi lebih 500 jiwa dan harus dipecah menjadi dua TPS. 

Setelah dicermati diketahuilah pemicu membengkaknya jumlah pemilih di RT 06. Ternyata ratusan warga yang sudah pindah namanya muncul lagi. Bahkan, ada tiga warga yang sudah meninggal namanya juga masuk DPT. 

“Saya tidak tahu bagaimana cara kerja KPU sehingga bisa terjadi DPT separah ini kacaunya. Pemilih yang digunakan sepertinya data DPT 2009 lalu,” keluh Ahmad kepada wartawan, Senin (7/4/14). 

Kondisi lebih parah terjadi di RT 04 di RW yang sama. DPT Pemilu 2014 membengkak hampir duaratus persen. Jika pada Pilgubri lalu pemilih sahnya tak sampai 300 jiwa, kini menjadi lebih dari 800 jiwa. 

Sekretaris RW 02 Edi Susanto mengakui kacaunya DPT pada Pileg 2014. Seluruh RT mengalami kondisi serupa. Terjadi pembengkakan jumlah pemilih, sehingga harus dipecah dua TPS. 

“Pada Pilgubri lalu jumlah TPS di RW kami hanya delapan, sekarang menjadi duabelas TPS karena terjadinya pembengkakan jumlah pemilih,” tutur Edi menjawab riauterkinicom. 

Berdasarkan laporan dari para Ketua RT, lanjut Edi, seluruhnya mengalami pembengkakan jumlah pemilih. Banyak nama warga yang sudah pindah domisili bahkan sudah meninggal yang kembali muncul di DPT.

Kekacauan DPT ini, menurut Edi akan memunculkan asumsi rendahnya partisipasi pemilih, sebab yang menjadi patokan menentukan prosentase pemilih adalah DPT. Padahal datanya jauh dari benar.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar