DPD PAN Pelalawan Minta Kepastian Undangan Pemilih
Senin, 07 April 2014 15:44 WIB
PANGKALANKERINCI - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Pelalawan, meminta kepada penyelenggara Pemilu mulai dari PPK, PPS hingga KPPS agar menyampaikan surat undangan Pemilu langsung ke tangan masyarakat pemilih.
Hal itu dimaksud agar partisipasi masyarakat memilih calon wakilnya pada, Rabu (9/4/14) meningkat, tidak seperti Pemilu 2009 lalu, banyak temuan undangan pemilih tidak disampaikan oleh penyelenggara pemilu.
"Masyarakat mau berpartisipasi dalam memilih wakilnya di setiap Pemilu, namun berdasarkan pengalaman Pemilu 2009 lalu, banyak yang tidak menerima surat undangan sehingga mereka enggan mendatangi TPS," kata Nazzar Arnazh, Ketua DPD PAN.
"Ini tentu menjadi tugas dari penyelenggara Pemilu itu sendiri, seperti PPK, PPS dan KPPS yang mestinya memastikan bahwa surat undangan pemilih itu benar-benar sampai ke tangan calon pemilih tersebut. Minimal satu hari sebelum hari pencoblosan," terangnya.
Menurut Nazzar, menjadi tanggung jawab penuh para penyelenggara untuk menyampaikan surat undangan ke tangan calon pemilih agar proses pesta demokrasi bisa berjalan sesuai tahapannya dan sukses.
"Sesungguhnya Pemilu ini adalah pestanya rakyat, tapi pengalaman Pemilu yang sudah-sudah terasa aneh calon masyarakat yang akan berpesta tersebut tidak diberikan surat undangan," katanya.
"Ini mesti kita ingatkan semua agar mereka penyelenggara pemilu bisa menjalankan tugasnya penuh dedikasi, menjaga netralitasnya serta profesional, sehingga pesta betul-betul menjadi milik rakyat," harapnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

