• Home
  • Politik
  • Caleg PKB Dapil I di Rohul Mengundurkan Diri dari Pileg 2014

Caleg PKB Dapil I di Rohul Mengundurkan Diri dari Pileg 2014

Minggu, 06 April 2014 16:47 WIB

PASIRPANGARAIAN - Peristiwa mengejutkan terjadi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Ahad (6/4/14) pagi tadi. Seorang calon legislatif (Caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 9 dari Dapil satu bernama Ramlan Lubis tiba-tiba saja mengajukan surat pernyataan pengunduran diri dari Caleg pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

Selain tidak siap diri, Ramlan Lubis punya alasan lain tidak ikut bertarung pada Pileg 9 April 2014 nanti. Petani karet itu mengambil keputusan karena melihat peta politik sudah mengarah ke arah praktek money politics.

Menurut Caleg PKB nomor urut 9 dari Dapil satu (Kecamatan Rambah, Rambah Hilir, Rambahsamo dan Bangunpurba) itu pesta demokrasi kali ini sudah dirusak oleh oknum. Tidak ada lagi kampanye bersih tanpa uang.

Tingginya cost politik menyebabkan dia down sebelum bertarung. Dia tidak mau menjual rumah, kebun, atau aset lain seperti Caleg lain hanya untuk bisa duduk sebagai wakil rakyat. Sebab, sejak awal dia memang murni ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Penyataan pengunduran diri pria asal Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah yang ditulis dalam ketikan rapi dan dibubuhi materai 6000 sudah diserahkan dirinya ke Panwaslu Rohul dan KPU Rohul.

Menurutnya, seharusnya calon wakil rakyat yang tugasnya nanti mengurus rakyat tidak menerapkan money politics, namun nyatanya fenomena yang terjadi jauh dari harapannya.

"Saya tak mau membayar masyarakat hanya untuk mendapatkan suara," kata Ramlan Lubis kepada wartawan di kantor KPU Rohul, Ahad siang.

Ramlan mengungkapkan ada beberapa oknum Caleg mampu merogoh kantongnya untuk membeli suara dengan berani membayar antara Rp100 sampai Rp150 ribu per kepala. Dampak fenomena tidak sehat itu, dia mengambil keputusan untuk mengubur mimpinya menjadi wakil rakyat.

"Bahkan ada Caleg yang berani membangun jembatan, membelikan beras berkarung-karung, membangun rumah ibadah, membangun jalan, membangun sekolah dan fasilitas lain hanya untuk mendapatkan suara rakyat itu."

"Sangat tidak masuk akal. Saya tidak sanggup untuk hal itu. Makanya, solusi terbaiknya, lebih baik mengundurkan diri," jelas Ramlan Lubis.***(zal) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar