• Home
  • Politik
  • Dewan Minta Pemkab Meranti Prioritaskan Akses Jalan Lintas

Dewan Minta Pemkab Meranti Prioritaskan Akses Jalan Lintas

Sabtu, 01 Februari 2014 17:47 WIB

SELATPANJANG - Sejauh ini akses jalan lintas menuju Kecamatan Pulau Merbau belum tersentuh oleh pembangunan. Padahal kedepannya daerah ini akan dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Meranti.

Sebagai salah satu pulau terluar yang dimiliki Meranti, Kecamatan Pulau Merbau merupakan daerah yang minim sarana infrastruktur dasar. Bisa dikatakan daerah ini merupakan daerah tertinggal dari kecamatan-kecamatan lain.

"Untuk itu, Pemkab Kepulauan Meranti diminta untuk lebih memprioritaskan kebijakan pembangunan ke daerah kecamatan Pulau Merbau ini," ungkap Edi Mashudi anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, kemarin. 

Dikatakan dia, akses jalan poros yang menjadi nadi utama ekonomi masyarakat, belum tersentuh pembangunan sama sekali. Masih jalan tanah, kalau hujan tak bisa dilalui. Jangankan dengan kendaraan roda dua, jalan kaki saja susah.

"Jadi, bagaimana ekonomi masyarakat mau tumbuh dan berkembang dengan baik. Pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Merbau terganjal infratsruktur yang sangat minim,” ungkap dia lagi.

Menurutnya, akses jalan poros yang menjadi penghubung desa-desa di bagian utara dengan Selatan, belum terbangun sama sekali. Kalaupun ada, volumenya masih terbatas, berkutat disekitar daerah pinggiran bagian Selatan.

Sedangkan jalan poros menuju lokasi kantor camat di Pulau Besar Renak Dungun, masih berupa jalan desa hingga ke pinggiran desa Kuala Merbau. Dengan kondisi jalan yang masih berupa jalan tanah ini, jelas sulit untuk ditempuh masyarakat.

"Untuk ke Selatpanjang, masyarakat bagian utara pulau ini, lebih cendrung menggunakan motor pompon, terutama pada saat musim penghujan. Kasihan masyarakat, biaya yang harus ditanggung masyarakat sangat mahal," urainya.

Untuk itu, kata dia, pembangunan akses jalan poros Pulau Merbau, harusnya menjadi prioritas program Pemkab Meranti di tahun anggaran 2014-2015. Selain persoalan infrastruktur jalan, Edi juga mengatakan Pulau Merbau sangat membutuhkan listrik.

"Meskipun NKRI sudah merdeka 68 tahun, sampai haris ini puluhan ribu masyarakat Pulau Merbau belum merdeka soal listrik. Jaringan PLN baru menyentuh tiga desa dibagian Selatan Kecamatan Pulau Merbau, yakni Semukut, Ketapang dan Baran Melintang," katanya.

Sedangkan belasan desa lainnya, kalaupun ada listrik tapi non PLN yang merupakan listrik mesin genset sendiri ataupun bantuan Pemkab Meranti. Di desa-desa Kecamatan Pulau Merbau, masih banyak ditemukan warga yang tidur dengan terang lampu teplok hingga pagi.

"Bahkan anak-anak pergi dan pulang mengaji masih menggunakan terang lampu andang daun kelapa kering yang dibakar. Untuk itu, masyarakat berharap ada upaya yang konkrit dari PLN untuk segera mengalirkan listrik ke Pulau Merbau," jelasnya.

"Kalaupun tidak mampu 24 jam, minimal sepanjang malam hingga subuh, jadilah. Kasihan, sudah terlalu lama masyarakat bergelap dan tidur dengan terang lampu teplok,” tandas Politisi PPP Meranti tersebut.

Ditempat terpisah Camat Pulau Merbau Armansyah juga mengungkapkan hal yang sama. Minimnya infrastruktur dasar, terutama jalan menyebabkan menjadi penyebab utama lambanya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan ekstabilitas sosial lainnya.

Kondisi ini menyebabkan ekonomi masyarakat Merbau jauh teringgal dibanding dengan kecamatan lainnya, bahkan kecamatan Putri Puyu sekalipu yang baru dimekarkan.

"Untuk itu, kebijakan Pemkah untuk memprioritaskan besaran aloaksi anggaran PNPM Mandiri Pedesaan pada anggaran 2014 ini, diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan terhadap ketersediaan infrastruktur jalan diberbagai pelosok pedesaan pulau Merbau," pungkasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar