F-PDIP Terima Pengaduan 22 Pejabat Pemprov Diundang tak Dilantik
Senin, 27 April 2015 20:13 WIB
PEKANBARU - Satu hari pasca pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, 22 pejabat eselon II yang lulus assessment yang turut diundang dalam pelantikan namun tidak dilantik temui Ketua DPD PDI Perjuangan Riau, Kordias Pasaribu.
"Mereka datang ke kita dan meminta waktu untuk audiensi dengan seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan yang ada di DPRD Riau," kata Kordias Pasaribu kepada wartawan via telfon, Senin (27/04/15).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau ini pun belum bisa memastikan apa-apa saja agenda pertemuan nantinya. Tapi sebagai gambaran, 22 pejabat eselon II ini meminta Fraksi PDI Perjuangan agar bisa memfasilitasi dalama mengadukan persoalan ini ke pemerintah pusat.
"Biasalah mereka mencari perlindungan, kebetulan partai kita ni merupakan partai pemerintah atau penguasa. Bisa jadi mereka akan menyampaikan protes ini ke Kemendagri yang juga merupakan kader partai kita, PDI Perjuangan," ungkapnya.
Berhubung saat ini seluruh anggota DPRD Riau sedang melaksanakan reses, maka terangnya, audiensi yang dimaksud akan dilaksanakan setelah reses selesai atau di awal Bulan Mei nanti.
"Kita kan saat ini sedang reses, jadi setelah reses inilah nanti audiensi kita laksanakan, reses kita berakhir di bulan ini. Jadi, di awal Bulan Mei nantilah audiensinya," tutup anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Pekanbaru ini.
Seperti yang diketahui, sebanyak 22 pejabat eselon II yang lulus asessement yang turut diundang namun tidak dilantik merasa dipermalukan di depan umum.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan
-
Politik
Pansus RTRW Riau Tidak Akomodir Kepentingan Perusahaan
-
Politik
Hearing Empat Kabupaten, Pansus RTRW Riau Beberkan Perubahan
-
Politik
DPRD Riau Targetkan KUA PPAS Dibahas Agustus 2017
-
Politik
Ketua Pansus RTRW Riau Bantah Usulkan Tambahan Kawasan Hutan Diputihkan
-
Politik
Koordinator Pansus RTRW Riau Heran Ada Penambahan Lahan untuk Diputihkan

