• Home
  • Politik
  • Hardianto, Emak dan Istri Kunci Langkah Maju Pilgubri 2018

Hardianto, Emak dan Istri Kunci Langkah Maju Pilgubri 2018

Hadi Pramono Selasa, 30 Januari 2018 19:10 WIB
Hardianto tak menyesali keputusannya batal ikut Pilkada Bengkalis. Seperti yakinnya ia memutuskan ikut Pilgubri 2018 setelah direstui emak dan istrinya.
DUMAI - Bawaannya tenang. Vocal suaranya terdengar jelas saat ia bercerita tentang sedikit perjalanan hidupnya di hadapan sejumlah tamu yang hadir dalam sebuah acara pelepasan jemaah umroh malam itu. Berkisah, senyum dan sedikit tawa dilakoninya dengan cakap. 

"Berkiprah di dunia politik ini tak pernah terpikir oleh saya sebelumnya," begitu ujaran awal yang disampaikan lelaki ini. Hardianto, namanya.

Hardianto kecil mungkin memang tak pernah terpikir berkarir di dunia politik. Tapi tanpa dinyana, Hardianto muda kini telah menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Riau, mendampingi Calon Gubernur Riau HM Lukman Edy (LE).

Pria kelahiran Kota Dumai pada masa 37 tahun lalu ini mengawali karir politiknya di Partai Golkar. Dia pernah menjadi pengurus DPD Partai Golkar Bengkalis di masa kepemimpinan Norman Abdul Wahab, sang Wakil Bupati Bengkalis saat itu.

"Sampai 2008, saya masih di Partai Golkar hingga idola saya Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dan karena saya ngefans dengan Prabowo, saya masuk Partai Gerindra dan menjadi Ketua Partai Gerindra Bengkalis," cerita ayah lima anak ini.

Waktu terus berlanjut. Meskipun dirinya menjabat Ketua Partai Gerindra Bengkalis, tapi Hardianto belum ingin jadi anggota legislatif. 

"Sampai suatu ketika saya dipanggil oleh Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani dan mengintruksikan saya untuk maju sebagai calon legislatif. Kata beliau, ngapain masuk partai kalau nggak ikut Pemilu," cerita Hardianto yang kini menjabat sebagai salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau ini.    

Atas dorongan Ahmad Muzani tersebut, akhirnya Hardianto pun maju sebagai calon legislatif DPRD Provinsi dari daerah pemilihan Kota Dumai, Bengkalis dan Meranti. 

"Saya sengaja nyaleg DPRD provinsi karena untuk nyaleg DPRD Kabupaten Bengkalis, banyak teman dan saudara yang ikut juga. Jadi ya saya mengalah saja," kata pria yang selalu berpenampilan rapi ini.

Pemilu 2014 menjadi peristiwa spesial bagi Hardianto. Betapa tidak, ia pun terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Riau periode 2014-2019. Ini berbeda cerita dengan istrinya, Dewi Sri Wahyuni, yang juga men-caleg untuk DPRD Provinsi Riau dari dapil Rokan Hulu-Rokan Hilir.

Baru setahun menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau, pilkada Kabupaten Bengkalis pun dihelat. Dan nama Hardianto SE disebut-sebut akan ikut tanding di pesta demokrasi itu. Namun batal ia ikuti.

"Saya sudah hitung-hitung. Kalau saya jadi maju mendampingi Amril Mukminin (Bupati Bengkalis sekarang,red) ketika itu, saya bisa menang. Namun, saat saya tanya kepada emak dan istri saya, mereka bilang lebih baik tak usah ikut. Saya turut saran mereka. Sebab, mereka berdualah kunci saya," kata pria yang kini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Riau ini dengan logat Melayunya yang kental.

Ya, Hardianto mengaku sangat mencintai dua wanita tersebut, ibu dan istrinya. Dan apa kata ibu dan istri Hardianto saat dirinya diminta Partai Gerindra maju sebagai Wakil Gubernur mendampingi Lukman Edy?

"Emak dan istri saya bilang, bismillah maju saja dengan izin Allah. Makanya saya maju dengan tanpa beban karena dua kunci hidup saya sudah mengizinkan," ujar pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini.  

  Bercerita tentang zona aman dan nyaman, Hardianto mengaku sudah merasa nyaman dan bersyukur terhadap posisinya sebagai anggota DPRD Provinsi Riau saat ini. Namun karena ada 'panggilan' politik dan takdir Allah yang harus dilaluinya, maka ia pun optimis dengan keputusannya untuk maju di Pilgubri 2018 ini.

"Semua yang sudah digariskan Allah, harus kita jalani dengan syukur dan hikmat. Sebab, Allah punya skenario lain untuk kita yang Allah lebih tahu apa maksudnya. Jadi, kita bismillah dan optimis," tutupnya.

(rdk/rdk)
Tags HardiantoPartai GerindraPilgubriPilkada
Komentar