• Home
  • Politik
  • Intsiawati Ayus Masuk Bursa Kandidat Ketua DPD RI

Intsiawati Ayus Masuk Bursa Kandidat Ketua DPD RI

Senin, 22 September 2014 14:09 WIB

PEKANBARU - Ketika publik bertanya-tanya siapa kandidat calon Ketua DPD RI yang muda, perempuan, aktivis dan tokoh daerah seperti dinyatakan pengamat politik Hanta Yudha belum lama ini mengemuka, nama yang tak asing bagi masyarakat Riau yakni Intsiawati Ayus.

Di panggung politik Senayan, Intsiawati Ayus bisa jadi merupakan salah satu nama perempuan yang paling banyak disebut, di samping GKR Hemas saat ini. Putri keturunan Sultan Siak ini memiliki rekam jejak yang tidak diragukan lagi terkait kontribusinya bagi DPD.

Selama dua periode, Intsiawati termasuk salah satu figur yang paling aktif membidani pembangunan dan upaya litigasi kelembagaan DPD RI. Salah satu keberhasilan pentingnya adalah dipulihkannya hak konstitusi DPD RI oleh putusan MK sehingga DPD RI kini memiliki kewenangan legislasi yang penuh.

Di kalangan sejawatnya, Intsiawati dikenal seorang yang penuh komitmen dalam bekerja. Tak heran, Srikandi Riau ini banjir kepercayaan dari kawan-kawan sesama senator. Ia sering terpaksa menerima sejumlah jabatan pimpinan secara rangkap. Akibatnya, jadwal kerjanya pun jadi penuh.

Dani, salah seorang staf yang menyusun jadwalnya mengungkapkan, bahwa perempuan kelahiran Teluk Belitung ini cenderung tak kenal lelah, jatah tidur dan libur pun ia gunakan untuk bekerja.

“Untuk perjalanan pesawat antar pulau sebagai narasumber DPD/MPR, biasanya Beliau kejar untuk kembali di hari yang sama. Untuk Pekanbaru, Intsiawati terbiasa bolak-balik dalam satu hari. Bahkan untuk ke Papua pun, kalau bisa Beliau balik hari,” celutuknya.

Kata ‘berleha-leha’ sepertinya tak ada dalam kamus perempuan muda yang memiliki dua anak ini. Baginya, tak berbuat berarti kemubaziran. Apalagi anggaran yang dikeluarkan negara untuk pemilu dan operasional DPD RI tidak sedikit.

“Antara input dan ouput haruslah seimbang,” ujarnya berhitung.

Seorang pelayan publik menurutnya dituntut untuk mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadinya. Dan menurutnya kerja saja tidak cukup. Bagi IA, demikian sering disapa, kerja itu harus ‘memakai hati’, karena dari situlah lahir komitmen dan disiplin. 

Terlebih, seorang senator terpilih menanggung beban amanah dari puluhan ribu sampai jutaan orang. Oleh karena itu, akuntabilitas politik seorang senator itu dibuktikan dengan kinerjanya.

Di daerah pemilihannya, senator Riau ini diakui memiliki kinerja jempolan dalam menuntaskan berbagai persoalan daerah. Misalnya saja ketika masyarakat Riau ribut soal pasokan listrik, Intsiawati berhasil menggagas sejumlah pertemuan sehingga tercapai kesepahaman dalam membangun solusi energi bagi Riau. 

Konflik Pilkada Pekanbaru yang kontroversial dan menyedot perhatian nasional juga akhirnya dapat berlangsung dengan baik setelah Intsiawati mempertemukan berbagai pihak di DPD RI.

Juga dalam persoalan konflik lahan misalnya, Intsiawati merupakan senator paling aktif dalam penyelesaian konflik-konflik lahan di Riau. Tercatat lebih dari 30 kasus besar yang ditanganinya selama dua periode dan setengah diantaranya berhasil dimediasikan dengan baik. 

Pengalamannya sebagai pengacara dan wawasannya sebagai staf perkebunan memudahkan Intsiawati untuk menganalisis persoalan sehingga tercapai kesepakatan yang adil bagi masyarakat dan perusahaan.***(dan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar