• Home
  • Politik
  • Jelang Pilkada Dumai, Agus Widayat Dapat Nilai Tertinggi Survey Opini Publik

Indonesia Network Election Survey

Jelang Pilkada Dumai, Agus Widayat Dapat Nilai Tertinggi Survey Opini Publik

Kamis, 28 Mei 2015 20:22 WIB
JAKARTA - Tidak dapat dimungkiri, metode survei merupakan cara ampuh untuk melihat kecenderungan politik populer yang berkembang. Dalam demokrasi langsung, popularitas tokoh politik dan parpol  penting. wajar, manakala politisi, sebagaimana artis, butuh terkenal dan dukungan publik luas. 

Maka, idealnya politisi harus hadir dan aktual. Kalau tidak, mereka akan tenggelam. Barangkali memang demikian adanya : politisi dituntut untuk profesional dalam merespons banyak hal, tetapi tetap dibarengi dengan kecanggihan merawat basis dukungan. 

Ibarat kontes penyanyi idola, politisi tidak hanya dituntut punya suara yang merdu, tetapi juga meraup dukungan terbanyak. Media massa, pengamat politik, dan komentar publik di ranah sosial media ibarat juri komentatornya.

- Survei bisa mengukur seberapa banyak pemilih yang mengenai kandidat. Berapa banyak pemilih yang tidak mengenal, dan bagaimana karakteristik mereka - wilayah , jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, pendapatan dan sebagainya. Bagaimana perbandingan popularitas kandidat dibandingkan dengan kandidat lain. Seberapa mungkin popularitas kandidat bisa ditingkatkan, dan sebagainya.

Metodelogi Survei

  • Metode sampling : multistage random sampling
  • Dengan jumlah penduduk Tahun 2013 berjumlah 552.558 Jiwa
  • Jumlah  Kecamatan 7  - Kelurahan 33
  • Jumlah Populasi Kota Dumai  didasrkan pada Daftar Pemilih Tetap saat Pilpres 2014 adalah Pemilih tetap sebanyak 200.807 jiwa warga sebagai daftar pemilih tetap (DPT)
  • Jumlah responden : 1.200 responden
  • Sampel diambil di 7 Kecamatan  33 Kelurahan 
  • Wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner
  • Tingkat Kepercayaan 95%
  • Margin of error :  2.82  %
  • Pengumpulan Data : 10- 20 Mei 2015

Kinerja Pemkot Dumai Lima Tahun Terakhir 

Temuan Survey Kinerja Pemkot Dumai 

- Sebagian besar warga Kota Dumai merasa kondisi ekonomi rumah tangganya dalam lima tahun terakhir   ada perubahan sebanyak 57,3% , yang mengatakan keadaan ekonomi tetap  selama kepemimpinan Khaerul Anwar dan Agus Widayat  27,9% dan yang mengatakan lebih buruk  hanya 14,8 % ,artinya selama lima tahun terakhir kepemimpinan Khairul Anwar dan Agus Widayat  cukup berhasil adalam meningkatkan kesejahteraan  masyrakat , Membaiknya situasi perekonomian ini ditandai dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi per tahun yang secara rata-rata tumbuh sekitar 8 persen selama empat tahun terakhir.

- Walaupun dalam temuan survei terkait sarana dan prasarana pendidikan dikota Dumai menurut masyarakat terjadi peningkatan perbaikan mutu pendidikan dan fasilitas yang tergambar dari jawaban masyarakat yang menyatakan sarana dan prasarana pendidikan dikota Dumai  meningkat 69,4 persen dan yang meyatakan tetap atau biasa saja 11,7 persen dan yang menyatakan buruk 20,9 persen dimana dalam jawaban publik yang paling disoroti adalah unsur pelayananan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Dumai dengan nilai rata -rata terendah adalah indikator kecepatan pelayanan. Kemudian, peningkatan mutu pelayanan karena itu perlu diprioritaskan pada kecepatan pelayanan."Perlu pemerataan sarana dan prasarana sekolah di daerah - daerah yang berjarak jauh dari pusat kota dengan harapan linier dengan kualitas anak didik

- Pelaksanaan pembangunan kesehatan  dalam  5 tahun terakhir menunjukan adanya kemajuan dan keberhasilan upaya-upaya di bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Dumai. Hal ini tergambar dari jawaban masyarakat dalam survei yang mengatakan bahwa srana dan prasarana kesehatan serta fasilitas kesehatan  meningkat 62,4 persen  dan yang mengatakan buruk hanya 21,30

Tingkat Kepedulian /Awareness Masyarakat Kota Dumai  Terkait Pilwako 9 Desember 2015

- Pemilihan Kepala Daerah serentak , seperti Walikota di Indone sia dilaksanakan 5 tahun sekali. Sebelum  dilaksanakan Pilkada, pemerintah melakukan sosialisasi tentang waktu pemilihan kepala daerah. tingkat kepedulian (awareness) masyarakat akan adanya pemilihan  Walikota Dumai  yang akan diselenggarkan pada bulan  9 Desember tahun 2015 Hasil temuan survei memberikan gambaran bahwa ketika survey dilakukan 60,7 persen masyarakat Kota Dumai mengetahui tetapi masyarakat yang belum mengetahui  akan adanya pemilihan Walikota relatif besar yaitu  39,3 %. Artinya, sosialisasi tentang pemilu kepala daerah masih perlu dilakukan secara intense. Hal ini dianggap wajar karena pemilihan Walikota  saat itu masih cukup lama

- Diharapkan  Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera melakukan sosialisasi. Partai politik juga diminta tak hanya diam sehingga bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat pemilih.

- Berdasarkan hasil survey terlihat bahwa  tingkat partisipasi warga untuk memberikan hak suaranya pada Pilkada relatif rendah hanya 59,4 persen  rendahnya tingkat partisipasi pemilih  dari survei ditemukan bahwa masyarakat sangat jenuh karena waktu antara Pilpres dan Pileg 2014 sangat dekat dengan Pilkada serentek tahun 2105.

Ukuran  Didalam Survei Terhadap Tokoh-Tokoh Yang Punya Potensi Menjadi Calon Walikota Dumai

- Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh 10  faktor utama yang memberikan pengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat kota Dumai  yakni : memilih berdasarkan  latarbelakangpendidikan, memilih berdasarkan  popularitas, memilih cawako  yangtidak bergaya hidup mewah, memilih berdasarkan pengalaman di bidang politik,memilih berdasarkan ketaatan dalam beribadah, memilih berdasarkan dukungan dari tokoh agama, dan memilih berdasarkan penguasaan terhadap masalah dimasyarakat , Asal partai yang mencalonkan Dan Dukungan dari tokoh masyarakat

- Pertimbangan  Masyarakat Dumai  tertinggi  Dalam Menentukan Pilihan Pada Pilwako  Dumai 2015 adalah Track record/jejak rekam calon  yaitu 94,00% kemudian disusul oleh kemampuan/kompetensi calon (93,18%) pengalaman calon (90,76%),, pasangan (89%), latar belakang profesi (86,06%), popularitas  (82 ,02 %), dukungan dari tokoh agama (80,02%).

- Dari temua survei tergambar bahwa masyarakat kota Dumai menginginkan Walikota yang akan datang adalah Tokoh yang memiliki track rekord atau rekam jejak yang baik dan bersih dari kasus kasus korupsi serta memilikikualitas dan kapabilitas serta pengalaman untuk memimpin pemkot Dumai .

- Sekitar 61,05 persen masyarakat Kota Dumai  menganggap politik uang adalah hal yang biasa

Sikap Elektoral Pada Tokoh-Tokoh Yang Berpotensi Maju Sebagai Calon Walikota Dumai

- Hasil survey menunjukkan bahwa secara keseluruhan responden mengharapkan kepala daerah yang terpilih adalah kepala daerah yang jujur/ bisa dipercaya (52.5 %), kemudian diikuti dengan kepala daerah  kemudian diikuti dengan kepala daerah bersih KKN (17%), perhatian pada rakyat (14.90 %) dan tegas 7,9 % Hasil survey ini menunjukkan kejujuran, bersih dari KKN, peduli terhada warga serta tegas harus dikemas sedemikian rupa dan dijadikan jargon dan posisitioning statement dari program yang akan diusung pada berbagai kegiatan Dengan kata lain, komunikasi politik yang dibangun pada mas, yarakat Harus mengacu pada hal hal tersebut. Dengan demikian  meningkatkan elektabilitas kandidat, kedua isu tersebut dikedepankan dalam rangka menarik minat calon pemilih

Temuan Tingkat Popularitas

- Dari Temuan Hasil survei 1200 responden masyarakat Kota Dumai popularitas  Wakil Walikota Incumbent  Kota Dumai Agus Widayat adalah tokoh yang memliki popularitas  tertinggi diantara para kandidat Walikota  dengan tingkat popularitas  perolehan 25,4  persen. Disusul Walikota  Khairul Anwar  dengan 15,4 persen  persen ,kemudia Politis PDI Perjuangan Tito Gito dengan 14,6 persen  ,sedangkan Sunaryo yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD dari partai PAN  dan mantan wakil walikota Dumai periode 2005-2010 memiliki tingkat popularitas  11,3 persen  dan  Zulkipli AS mantan Walikota Kota Dumai dengan raihan 8,2  persen,  serta Nurdin Budin  yang aktivis buruh dan juga menjabat sekertaris  DPC Gerindra  memiliki   tingkat popularitas  sebesar  6,1 persen ,sedangkan Muhamad Ikhsan yang merupakan Kader PKS dan juga Akademisi di Universitas Riau hanya memiliki popularitas sebanyak  5,3 persen

- Dan  Eko Suharjo yang merupakan Kader partai Demokrat hanya memiliki  tingkat popularitas 4,3 persen sedangkan  Wan Syamsir Yus mantan walikota  Dumai Perode 2000-2005 dan mantan sekda prov Riau hanya memiliki tingkat popularitas  3,2 persen

- Tingginya Popularitas Itu Walikota  Dan Wakil Walikota Incumbent  Kota Dumai Khairul Anwar Tidak Terlepas Dari Kedudukannya Selaku Incumbent

- Berdasarkan hasil survey, dari 9  tokoh di Kota Dumai yang dianggap potensi untuk mencalonkan sebagai kepala daerah, hanya empat toko h yang dianggap mempunyai peluang relatif tinggi, Yakni Wakil walikota Dumai Incumbent Agus Widayat dengan tingkat popularitas 25,4 % , disukai atau masyarakat tetarik 28,4 5 , tokoh yang punya rekam jejak bersih  yang menjadi pertimbangan masyarakat dengan 30,4%,dan dianggap paling punya kemampuan sebesar24,9 % serta dengan latar belakang pendidikan sebagai dokter yang dinilai oleh  masyarakat bahwa seorang dokter akan lebih bekerja teliti dan peduli dengan masyarakat sebesar  23,1 persen

- Diurutan kedua Walikota Dumai Incumbent Khairul Anwar dengan tingkat popularitas  15,4 persen , masyarakat tetarik terhadap Khairul anwar sebesar  9,4 persen  dan  punya rekam jejak bersih  yang menjadi pertimbangan masyarakat dengan 19,2%,dan dianggap paling punya kemampuan sebesar  24,4 % serta dengan latar belakang pendidikan sebagai  walikota  yang dinilai oleh  masyarakat  peduli dengan masyarakat sebesar  24,2 persen

- Berikut Tito Gito Toloh PDI Perjuangan dengan tingkat popularitas  14 ,6persen , masyarakat tetarik terhadap Tito Gito  sebesar  16,6 persen  dan  punya rekam jejak bersih  yang menjadi pertimbangan masyarakat dengan 12,2%,dan dianggap paling punya kemampuan sebesar  14,5 % serta dengan latar belakang  sebagai  mantan anggota dewan   yang dinilai oleh  masyarakat  peduli dengan masyarakat sebesar  14,3 persen

- Berikut  Zulkipli AS  Mantan walikota Dumai periode 2005-2010 dengan tingkat popularitas  8,2 persen , masyarakat tetarik terhadap Zulkipli AS  sebesar  6,2 persen  dan  punya rekam jejak bersih  yang menjadi pertimbangan masyarakat dengan 14,2%,dan dianggap paling punya kemampuan sebesar  11,6 % serta dengan latar belakang  sebagai  mantan walikota Dumai periode 2005-2010 sebesar  16,3 persen

- Sunaryo yang juga merupkan mantan mantan walikota Dumai periode 2005-2010  dengan tingkat popularitas  11,3  persen , masyarakat tetarik terhadap  Sunaryo sebesar  13,4persen  dan  punya rekam jejak bersih  yang menjadi pertimbangan masyarakat dengan 10,3 %,dan dianggap paling punya kemampuan sebesar  11,6 % serta dengan latar belakang  sebagai  mantan walikota Dumai periode 2005-2010 sebesar  11,3 persen

Temuan TerhadapTokoh Yang  memiliki Akseptabilitas (Penerimaan) oleh Publik  dan dipilih Publik  Jika dilakukan Pemilihan Walikota Dumai Pada hari ini 

- Agus  Widayat  Wakil walikota  Dumai incumbent memilik elektabilitas  yang tertingi yaitu 28,7 persen dan tingkat  akseptabilitas atau yang diterima publik Kota Dumai yang tertinggi semua tokoh yaitu 29,6 persen  dari semua toloh yang berpotensi maju sebagai calon walikota Dumai  tersebut terjadi karena masyarakat  Dumai  cenderung  menilai dan melihat figur Agus Widayar sebagai pelayan masyarakat murni di Kota Dumai Sejauh ini  Agus Widayat  memang dikenal salah satu tokoh intelektual ,dan seorang dokter  yang pernah bertugas di Riau dan murni dari kalangan birokrat di Dumai Agus memulai karirnya sebagai Abdi Negara pada tahun 1985 dan saat itu ia bertugas di rumah Sakit Umum Pekanbaru, . dimana tahun 1986 agus pindah tugas ke Dumai sebagai Kepala Puskesmas Dumai Timur, kemudian Agus pernah menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Dumai pada tahun 1999-2009.

- Elektabilitas Agus Widayat juga tak lepas  keaktifan Agus Widayat diorganisasi diluar parpol seperti : IDI, ICMI, PMI, KAHMI dan Muhammadiyah

- Dan Tokoh  lainnya  yang memeiliki  memiliki Tingkat Akseptabilitas atau diterima  publik  tertinggi kedua adalah Tito gito dengan 15,6 %  dan tingkat elektabilitas  17,1 persen  hal ini tak lepas dari ketokohan Tito Gito di PDI Perjuangan yang dikenal di masyarakat Kota Dumai

- Tokoh berikutnya adalah Sunaryo mantan Wakil walikota Dumai 2005-2010 dengan tongkat akseptabilitas oleh masyarakat sebesar  12,7 % dan Tingkat elektabilitas  14,2 persen sebagai walikota Dumai  dalam temuan survei hal ini karena Sunaryo  saat Pileg rajin turun kelapangan dan  masyarakat Dumai sering bertemu

- Sementara Walikota Incumbent Khairul Anwar  yang saat ini kesehatannya kurang mendukung  hanya memiliki tingkat  akseptabilitas sebesar  9,7 persen Tingkat elektabilitas  9,3 persen sebagai walikota Dumai

Kesimpulan dan Saran

- Dalam memilih  calon walikota Dumai  selain harus melewati banyak pertimbangan yang baik seperti pendidikannya, popularitasnya, pengalamannya di bidang politik dan pemerintahan, ketaatan dalam beribadah, dukungan tokoh agama, dan penguasaan bahasa daerah juga harus memperhatikan konsep tentang pemimpin

- Saran bagi partai politik yang mengusung calon Walikota Dumai  diharapkan dapat berperan penuh sebagai partai politik yang juga memberikan pendidikan politik bagi masyarakat luas tidak hanya mensosialisasikan Calon Walikota dan Cawako  yang diusungnya saja. Sehingga masyarakat melek politik dan dapat menentukan siapa yang akan memimpin Kota Dumai  kelak tanpa terpengaruh oleh janji-janji yang hanya diumbar saat kampanye saja ataupun terpengaruh dengan adanya money politics dan black campaign menjelang pemilihan.

(rdk/rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar