Mundur dari Ketua DPRD Bengkalis,
Karir Politik Jamal Abdillah Terbilang Sangat Fenomenal
Rabu, 08 Januari 2014 10:27 WIB
BENGKALIS - Karir Jamal Abdillah di dunia politik boleh dibilang sangat fenomenal. Kendati tidak pernah berpikir ingin terjun ke politik, tapi takdir berkata lain. Di usianya yang masih relatif muda, sudah mengemban jabatan sebagai Ketua DPRD Bengkalis.
Disebut fenomenal, karena selain dalam usia relatif muda, ia juga menggapai posisi Ketua DPRD hanya dalam waktu satu priode anggota dewan. Bermula jadi anggota DPRD biasa, ketika dilantik pada
September 2009, pada Agutus 2010 ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD, menggantikan seniornya H Suayatno, yang terpilih menjadi Wakil Bupati Bengkalis bersama Bupati H Herliyan Saleh.
Hanya setahun berselang, ia dipercayakan partainya menjadi Ketua DPRD, tepatnya pada Oktober 2011 ia dilantik menjadi Ketua DPRD termuda di Indonesia.
Memang, faktor rasionalisasi anggota DPRD Bengkalis yang kembali ke Kabupaten Bengkalis, punya andil besar membawa pria kelahiran 8 Agustus 1985 ini menduduki kursi ketua DPRD.
Jamal sendiri tidak pernah tahu apa yang menjadi penilaian partainya sehingga ia diberi kepercayaan sebesar itu. Dalam benaknya, hanya taat luar dalam apapun yang diperintahkan partai.
'Sistem di Partai Keadilan Sejahtera ini unik, siapa yang meminta pasti tidak akan diberi. Ada tim yang menguji kita, yang diuji tidak akan pernah tahu. Kita memang dimotivasi untuk menjadi pemimpin, minimal untuk kaum kita sendiri,' papar anak dari pasangan Abu Zakir dan Yustina.
Ia mulai terkesima dengan PKS di akhir 2004. Salah satu yang membuatnya takjub adalah kesoliditan kader-kader partai tersebut. Mulailah ia bergabung sebagai relawan PKS untuk membantu korban tsunami di Aceh.
Pada awal 2005, pria berkulit putih ini pun resmi mendapat kartu anggota. Iapun digembleng setiap minggunya oleh partai, baik pengetahuan umum maupun pengetahuan sosial terutama tentang dunia politik.
Tanda-tanda karir politiknya bakal melenjit sebenarnya sudah terlihat di pertengahan tahun 2005. Waktu itu belum genap setahu ia bergabung dengan PKS, ia ditarik ke DPC Kecamatan Bengkalis untuk menjadi ketua pembinaan desa. Kemudian akhir 2005 ia dilantik menjadi ketua DPC PKS Kecamatan Bengkalis.
'Sejak 2005 saya benar-benar memfokus diri untuk bekerja sosial dan politik. Bahkan saya mengundurkan diri dari tempat saya bekerja di Apotik Sumber Tenaga. Tapi masih menyambil ngajar Pramuka di MTS Bengkalis,' kenang pria yang mengidolakan tokoh politik Anis Matta dan Barrack Obama ini.
Siapa sebenarnya yang berjasa membesarkannya dalam berkarir politik, menurut Jamal ada dua orang. Pertama, Ketua DPD PKS Kabupaten Bengkalis, Iskandar. 'Pak Iskandarlah yang merekrut saya bergabung bersama PKS ini,' ujarnya.
Selain itu anggota DPRD Bengkalis priode sebelumnya, Firmansyah Putra yang sekarang menjadi Ketua DPD PKS Kabupaten Kepulauan Meranti. Â Menurut Jamal, pria yang akrab disapa Putra ini paling besar kontribusinya dalam mendidik dirinya hingga sampai menjadi anggota dewan.
Sementara orang yang paling berjasa dalam hidupnya adalah ibunya. Menurut Jamal, ibunyalah yang telah memberikannya pendidikan kesabaran dan menjadi inspirasi bagi dirinya untuk bekerja lebih giat. Tidak hanya itu, ibunya juga mampu memberikan motivasi-motivasi ketika dirinya berbagai permasalahan yang dihadapi.
'Coba bayangkan umur baru 29 tahun, tapi diberi kepercayaan untuk memimpin lembaga sebesar DPRD ini. Dengan beban sebegitu besar untuk orang seumur saya ini, tentu ada distorsi pemikiran, ambiguitas dalam pengambilan keputusan. Sehingga kadang-kadang membuat kita labil secara emosional. Orang-orang terdekat di keluargalah yang selalu memberi dukungan dan motivasi, terutama ibu saya,' ungkap Jamal.
Selain ibunya adalah istrinya yang tercinta. Isterilah yang menjadi tonggak ketika ia menghadapi berbagai ujian. Apalagi mendapat amanah besar menjadi Ketua DPRD Bengkalis seperti mahkota dalam bara api, di suatu sisi adalah anugerah tapi di sisi lainnya adalah cobaan yang luar biasa.
'Isterilah yang memberikan dukungan moril dan sprituil dalam menghadapi semua ini sehingga saya bisa bertahan di dunia politik ini,' papar Jamal seraya menambahkan anak-anaknya juga merupakan pemberi motivasi baginya terutama sebagai pelepas penat dan lelah mesti hanya seminggu sekali ketemu di Pekanbaru.
Maklum sejak setahun terakhir keluarganya hijrah ke Pekanbaru. Salah satu faktor penyebabnya adalah anaknya mengidap penyakit talesemia sehingga harus berobat rutin dicek darahnya di Pekanbaru, sementara di Bengkalis dokternya belum ada. Di samping itu isterinya juga lulus menjadi pegawai di Kantor Kemenag Pekanbaru.
Selain dukungan keluarga, trik yang dilakukan ketika harus memimpin atau menghadapi orang-orang yang lebih senior darinya baik dari segi umur maupun pengalaman di dunia politik, Jamal berprinsip dirinya aman, nyaman dan bersahabat bagi teman-temannya sesama anggota legislatif.
Dengan tiga prinsip itu, Jamal berusaha merangkul semua elemen, baik teman maupun rival dengan niat tulus bersama-sama ingin memberikan yang terbaik untuk Negeri Junjungan ini. Di samping tempaan hidupnya di masa lalu yang terkenal nekad ikut menjadi pola kepemimpinannya hari ini.***(ias/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

