• Home
  • Politik
  • Ketua PPK Bonaidarussalam Mengaku Diintimidasi

Pleno KPU Kembali Diskor,

Ketua PPK Bonaidarussalam Mengaku Diintimidasi

Senin, 21 April 2014 19:08 WIB

ROKAN HULU - Ketua PPK Bonaidarussalam Sugianto mengaku diintimidasi oleh beberapa oknum pada pelaksaan pungut hitung Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 lalu. Dampak intimidasi itu, proses rekapitulasi suara tingkat DPD-RI belum selesai sampai pleno KPU Rokan Hulu (Rohul).

Dampak intimidasi itu bukan saja mengancam keamanan keluarganya, namun ikut mempengaruhi rekapitulasi surat suara di PPK Bonaidarussalam. Pleno KPU Rohul terpaksa diskors karena rekapitulasi suara DPD-RI di Bonaidarussalam belum selesai dihitung.

Dalam pleno rekapitulasi KPU Rohul, Ketua PPK Bonaidarussalam Sugianto akhirnya buka mulut setelah beberapa saksi Parpol meminta Kepolisian menangkap dirinya karena diduga melakukan tindak pidana yakni melakukan rekayasa suara. Karena antara data saksi dengan data dibacanya tidak sesuai.

Setelah terus dihujat, akhirnya Ketua PPK Bonai Sugianto sambil menangis dia mengakui jika selama ini mendapatkan intimidasi dan ancaman selama proses pungut hitung Pileg.

"Seperti saat mengisi rekapitulasi di PPK, anggota komisioner sudah tahu, kantor PPK kami dikelilingi warga. Hal itu sudah kami sampaikan ke Panwaslu sehingga keluarga rekomendasi rekapitulasi ulang," ungkap Sugianto.

"Saya mendatangi Panwaslu kabupaten dan menyampaikan keluhan sampai jam 3 pagi. Saat di Panwas, banyak orang Bonai datang untuk mendemo dan menjemput saya agar saya tidak mengikuti intruksi KPU untuk rekapitulasi ulang," jelasnya lagi dan menyebabkan suasana ruangan pleno hening.

"Memang dalam batas waktu itu, rekapitulasi di KPU belum selesai. Yang sudah selesai baru suara kabupaten, provinsi dan DPR-RI. Suara DPD-RI belum selesai," ujarnya.

"Rekapi kami dibawa lari. Saya tidak tau persis di dalam kotak itu, mungkin sudah berubah. Saya sudah melaporkan hal ini ke Panwaslu dan meneruskan ke Bawaslu," ujarnya.

Masih sambil menangis, Sugianto mengaku tidak bisa menjadi PPK yang baik dalam pelaksanaan Pileg. Dampak itu, keluarganya mendapatkan sanksi sosial dari warga dan dia terpaksa mengungsikan keluarganya. Sayangnya, saat dimintai keterangannya, Sugianto tidak mau menjawabnya. Masih terlihat trauma di wajahnya. Dan dia memilih menghindar.

Masih di tempat sama, Ketua Panwaslu Rohul Suherman mengakui belum menindaklanjuti laporan Ketua PPK Bonaidarussalam karena belum menemukan alat bukti.

"Belum ada orang yang terbuka, dia sendiri mengatakan ada orang yang mengintimidasinya, namun tidak mau terbuka," jelas Suherman.

"Sepanjang bukti tidak ditemukan, kita tidak bisa menindaklanjutinya," tandas Suherman.

Komisioner KPU Rohul Fitriati Is mengakui untuk rekapitulasi suara dilakukan PPK Bonaidarussalam hanya suara DPD-RI yang belum selesai dihitung. Perhitungan akan dilakukan di ruangan rapat pleno.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar