• Home
  • Politik
  • Kinerja Kepala SKPD Pemko Pekanbaru Dikritisi Delapan Fraksi

Kinerja Kepala SKPD Pemko Pekanbaru Dikritisi Delapan Fraksi

Senin, 15 Juni 2015 22:51 WIB
PEKANBARU - Sebanyak delapan Fraksi di DPRD Kota Pekanbaru diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan umum terhadap Ranperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014. 

Berbagai masukan dan kritik dilontarkan untuk kinerja para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru yang dinilai masih lemah.

Bahkan berdasarkan hasil audit BPK terhadap aset di lingkungan Pemko Pekanbaru, meraih Wajar Dengan Pengeculian (WDP) tahun 2014. Salah satu faktornya karena buruknya pengelolaan aset. 

Karena kondisi ini, Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru yang pada saat itu mendapat kesempatan pertama menyampaikan pandangan Fraksi nya dan merekomendasikan kepada Walikota Pekanbaru yakni Firdaus ST MT untuk mengganti kepala SKPD-nya.

"Dari fraksi PDI-P kami merekemondasikan untuk 3 SKPD yang tidak selesai dalam laporan tahunannya saat audit BPK kemarin harus diberikan sanksi, bahkan kalau perlu diganti saja," terang juru bicara PDI-P Hotman Sitompul, Senin (15/6/2015).

Karena menurut Hotman langkah ini perlu dilakukan, pasalnya kalau tidak begitu, akan berpengaruh terhadap kinerja para kepala SKPD ke depannya.

Sementara dari pandangan Fraksi PAN yang disampaikan oleh Hj.Yurni mengkritik banyaknya dana APBD yang tersedot oleh program-program SKPD namun belum menunjukan hasil yang memuaskan. 

"Untuk mencegah kerugian anggaran daerah seharusnya para satuan kerja harus tertib administrasi, bahkan Pemko saat ini belum memiliki data aset daerah seperti barang tidak bergerak, padahal itu sangan penting."

Kemudian disusul oleh pandangan fraksi yang lainnya seperti fraksi PKB, Fraksi Gabungan (PPP, PKS NasDem) Fraksi Golkar, Demokrat, dan Gerindra.

Paripurna sendiri hanya dihadiri oleh wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, dan beberapa kepala SKPD dan pimpinan dan anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Bahkan sebelumnya, Paripurna sempat diskor sekitar dua jam, dan baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, disebabkan banyak SKPD yang tak hadir memenuhi undangan, tak pelak kondisi tersebut membuat kalangan dewan kecewa bahkan berbagai intruksi bermunculan.

Selain itu, wakil walikota Ayat Cahyadi juga tidak menyangka ketidakhadiran para SKPD-nya padahal menurut Ayat, paripurna ini sangat penting untuk mendengar aspirasi, kritikan, dan masukan dari kalangan dewan. 

(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar