Komisi B DPRD Riau Akui Belum Punya Formulasi Menekan Harga Cabai
Selasa, 08 November 2016 20:00 WIB
PEKANBARU - Selaku komisi yang membidangi ekonomi, Komisi B DPRD Riau akui, belum menemukan formulasi atau cara yang bisa menekan tingginya harga cabai keriting di daerah yang belakangan ini harganya mencapai Rp110 ribu lebih.
"Untuk jangka pendek mau tidak mau, suka tidak suka kondisinya memang seperti itu karena hukum pasar berlaku. Tapi pemerintah sebaiknya punya cara lain menekan harga cabai. Ini yang belum kita temukan formulasinya," kata Marwan Yohanis, Ketua Komisi B DPRD Riau kepada wartawan, Selasa (08/11/16).
Meskipun di sisi lain petani menikmati harga segitu, masyarakat tidak mungkin terus-terusan bisa membelinya. Bagaimanapun menurutnya, yang penting adalah adanya kestabilan harga baik untuk petani maupun masyarakat pembeli. Oleh karena itu yang bisa dilakukan hanya untuk solusi jangka panjang.
Kemudian, pihaknya mengiginkan agar petani terus disubsidi untuk menanam cabai. Pihaknya juga meminta agar pemerintah segera melakukan operasi lahan-lahan menganggur yang bisa diproduksi untuk menanam cabai. Khususnya di Riau.
"Contohnya tahun ini sudah dianggarkan pelatihan agar masyarakat bisa menggarap lahan nganggur. Ada beberapa kelompok tani bulan ini dikirim ke daerah terdekat dengan kita dengan anggaran pendapatan dan belanja provinsi," ungkapnya.
Setelah dilatih, maka langsung dipraktekkan dengan bantuan bibit juga dengan APBD Provinsi Riau. Hal itu menurunnya, dilakukan Bulan Desember ini di bawah program dinas pertanian dan badan penyuluhan.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan
-
Politik
Pansus RTRW Riau Tidak Akomodir Kepentingan Perusahaan
-
Politik
Hearing Empat Kabupaten, Pansus RTRW Riau Beberkan Perubahan
-
Politik
DPRD Riau Targetkan KUA PPAS Dibahas Agustus 2017
-
Politik
Ketua Pansus RTRW Riau Bantah Usulkan Tambahan Kawasan Hutan Diputihkan
-
Politik
Koordinator Pansus RTRW Riau Heran Ada Penambahan Lahan untuk Diputihkan

