Pendemo Tantang Pemprov Kritisi Kepemimpinan Presiden Jokowi
Jumat, 20 Maret 2015 17:12 WIB
PEKANBARU - Sekitar 50 aktivis yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru, Jumat pagi (20/3/15), menggelar aksi demonstasi di pekarangan kantor Gubernur Riau.
Para mahasiswa menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan segala persoalan bangsa.
Jika sejumlah persoalan bangsa tidak seleai pada 20 Mei 2015, Pemprov Riau bersama mahasiswa dan elemen masyarakat lain untuk bersama-sama dalam pemakhzulan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
''Kami dari BEM UIN Suska Pekanbaru menuntut Presiden Jokowi segera menurunkan harga sembilan bahan pokok (sembako) telah terlanjur naik, yang salah satunya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat,'' kata Said Firdaus, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi dalam orasinya.
Selain itu, imbuhnya, Jokowi diminta secepatnya menjaga stabilitas nasional, menyelesaikan masalah KPK vs Polri, nasionalisasi aset serta memberantas mafia Migas.
"Pemerintah Jokowi jangaan mengintervensi sejumlah partai politik," pungkasnya.
Usai menyampaikan aspirasi, para mahasiswa pendemo ini diterima Asisten I Sekdaprov Riau Kasiaruddin. Kepada mahasiswa, Kasiaruddin berjanji akan meneruskan aspirasi massa BEM UIN Suska Pekanbaru kepada Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman.
Setelah mendengarkan jawaban Kasiaruddin tersebut, para massa pendemo lalu melanjutkan aksi dengan berkonvoi menggunakan kendaraan roda dua.
(son/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Hasil Survei Indikator: Pasangan Paisal-Sugiyarto Insya Allah Menang
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
Hasil Survei Indikator, Prabowo Subianto Ungguli Ganjar dan Anies
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan

