Pilkada Rohil, Wan Ahmad Saiful Ambil Formulir di Demokrat
Jumat, 27 Maret 2015 18:02 WIB
ROKAN HILIR - Wan Ahmad Saiful kembalikan formulir di DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), langsung mengambil formulir pendaftaran di DPC Partai Demokrat. Langkah itu menunjukkan semakin bulat tekadnya maju pada pilkada Rohil.
Dengan gaya yang khas dan sederhana, peci haji dan baju warna putih, menggunakan sepeda motor Mio J BM 2379 MW, Jum'at (27/3/15) sekira pukul 09.15 WIB, diterima panitia penjaringan DPC PKB, dan sejumlah berkas diperiksa.
Dari semua data yang diserahkan, pengalaman organisasi dan pengalaman pekerjaannya menarik perhatian, karena, lembaran bio data harus disambung pada kertas lain.
Panitia panjaringan DPC PKB, Amran mengaku, baru satu Wan Ahmad Saiful yang mengembalikan formulir, dan pihaknya hanya melakukan penjaringan, dan nanti melaporkan kepada DPW PKB Provinsi Riau.
Setelah itu, Wan Ahmad Saiful mengambil formulir di DPC Partai Demokrat, diterima Sekretaris Pokja Penjaringan, Kamalius.
Usai mendapat formulir, Wan Ahmad Saiful ketika diwawancara menjelaskan untuk partai yang sudah membuka pendaftaran, hatinya tergerak mendaftar dan mengambil formulir ke DPC Partai Demokrat.
"Karna dasar pengalaman, baik itu pengalaman pemerintahan, maupun pengalaman diorganisasi, saya kira, saya siap untuk calon bupati atau calon wakil bupati dari Partai Demokrat ini, atau bergabung dengan partai lain," jelasnya yang juga ikut memperjuangkan pemekaran Rokan Hilir tahun 1999, yang saat itu dia menjadi Camat Tanah Putih.
Apabila terpilih, dia berazam, memperkuatkan diri, karna seorang pemimpin itu dinilainya harus kuat, menahan amarah, dan kuat dalam hal memimpin.
Berbekal pengalaman di pemerintahan, 13 tahun camat, 13 tahun kepala dinas, jika ada masalah, dirinya sudah bisa menggambarkan masalah itu. "Sengketa tanah, saya tahu ini sengketa, harus dipanggil keduanya. Maka tugas kita sebagai aparatur pemerintah, apabila ada sengketa, menyelesaikan, menengahi," tambahnya.
Pemimpin itu katanya harus disegani, memiliki kharisma yang lahir sesuai perkataan dengan perbuatan. "Sebagai contoh, tauladan. Dapat dijadikan contoh, bukan memberi contoh. Kalau memberi contoh tu, hai datang pagi, kalian disiplin, itu memberi contoh. Tetapi datang yang memberi contoh itu jam 09.00 jam 10.00, itu tidak menjadi contoh. Yang menjadi contoh, dia berbicara, tapi seterusnya, dia datang lebih awal. Atau sama-sama pada waktunya. Itu Kharisma," ujarnya.
Pemimpin itu juga katanya harus berintegritas, antara pemimpin dan bawahan, menyatu, maka kekuatan dalam organisasi akan bagus.
"Dengan motivasi, dia berada didepan, dia ada ditengah, dia ada dibelakang. Didepan dia menjadi contoh, ditengah dia memberikan semangat, dibelakang dia mendorong," sebutnya.
Dalam pada itu, Sekretaris Pokja Penjaringan DPC Demokrat, Kamalius menerangkan, saat ini peminat mengambil formulir 5 untuk calon bupati, dan 2 untuk calon wakil bupati.
"Kami pembukaan dari tanggal 25 kemaren, tiga hari yang lalu, sampai tanggal 2 April besok, itu waktu pengambilan formulir atau blangko, terus nanti tanggal 3 sampai tanggal 11, waktunya untuk pengembalian blangkonya," terangnya.
Setelah pengembalian formulir, pihaknya akan melengkapi administrasi, mulai dari prosedur tahapan dari DPP, dan melaporkan ke DPD diteruskan nanti ke DPP. "Sekitar bulan April, kami usahakan sudah tuntas administrasi semua," katanya menyebut batas waktu.
(rdk/yan/rtc/nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Hasil Survei Indikator: Pasangan Paisal-Sugiyarto Insya Allah Menang
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
Hasil Survei Indikator, Prabowo Subianto Ungguli Ganjar dan Anies
-
Politik
Achmad Deklarasikan Maju Gunakan Partai Demokrat di Pilgubri 2018
-
Politik
Mantan Bupati Ajak Masyarakat Rohul Dukung Pemerintahan Suparman-Sukiman

