Polres Dumai Bubarkan Ratusan Pendemo Kantor KPU
Rabu, 26 Agustus 2015 16:18 WIB
DUMAI - Ratusan massa pendukung salah satu calon kepala daerah mendemo kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai, lantara salah seorang saksi utusan dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai menyatakan salah satu surat suara tidak sah, tapi dinyatakan sah oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Kejadian ini diketahui ketika masyarakat beramai-ramai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyaksikan proses penghitungan surat suara, dan setelah dilakukan penghitungan surat suara ternyata didapati salah seorang saksi utusan salah satu pasangan calon menyampaikan keberatannya atas surat suara yang dicoblos dua titik dalam satu kolom.
Padahal sesuai aturannya, apabila terjadi dua pencoblosan maka dianggap tidak sah, tetapi Panitia KPPS tetap menyatakan surat suara yang didapat oleh salah satu calon kepala daerah tersebut sah, sehingga akhirnya sempat terjadi keributan antara Saksi dan Panitai KPPS hingga akhirnya berujung aksi demo ke Kantor KPU Kota Dumai.
Akhirnya saksi dari salah seorang pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai tersebut meninggalkan TPS dengan rasa kekecewaan yang mendalam. Tak hanya sampai disitu, persoalanpun semakin melebar luas, pasalnya saksi yang merasa tak puas dan kecewa atas putusan KPPS tersebut kini mulai mengerahkan massa ke Kantor KPU Dumai.
Aksi ujuk rasapun terlaksana di depan Kantor KPU Dumai dan terjadi bentrok antara para pendemo dengan aparat Kepolisian. Melihat aksi pendemonstrasi yang semakin anarkis dan merusak aset daerah serta negera, pihak Kepolisian pun segera menambah personel serta menurunkan dua ekor anjing pemburu untuk membubarkan para pendemo.
Tampaknya hal tersebut tidak menggoyahkan tekat massa untuk bubar. Sehingga massa pun semakin anarkis hingga ada yang membakar Ban di depan Kantor KPU Dumai. Karena para pendemo semakin anarkis dan tidak terkendalikan lagi, pihak kepolisian akhirnya menurunkan personel penembak jitu untuk membubarkan massa serta menangkap provokatornya.
Tak hanya itu, personel Kepolisian juga menurunkan satu buah Mobil Watercanon untuk membubarkan massa dengan menyemprotka gas air mata ke ratusan pendemo, dan akhirnya para pendemo pun membubar diri dan pihak Polres Dumai berhasil mengamankan barang bukti beserta orang yang dianggap sebagai provokator dalam aksi demo tersebut.
Pada kesempatan sebelumnya, hal serupa terjadi saat calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai hendak malaksana kampanye di salah satu daerah di Kota Dumai, sebelum sampai di tempat lokasi kampanye, rombongan calon kepala daerah ini dihadang oleh segerombolan orang yang tidak dikenal dan menghentikan rombongan menuju lokasi kampanye.
Namun, dengan adanya pengawalan VIP dari Kepolisian dan ajudan pribadi Calon Walikota Dumai, akhirnya calon kepala daerah di Kota Dumai dapat sampai kelokasi tempat kampanye dengan mengambil jalur alternatif. Setelah sampai ke lokasi kampanye, calon kepala daerah itu menyampaikan Visi dan Misi sebagai program ketika sudah menjabat.
Disela-sela menyampaikan visi dan misi, muncul seorang preman dengan membawa senjata tajam mengkacaukan suasana kampanye yang dilaksanakan calon kepala daerah tersebut. Namun, aksi premanisme itu langsung disikapi aparat kepolisian setempat yang sudah dari awal melakukan penjagaan kampanye calon Walikota dan Wakil Walikota Dumai.
Aksi anarkis ini rupanya hanya sebatas simulasi yang diselenggarakan pihak Polres Dumai bekerjasama dengan aparat TNI dan didukung kekuatan personel lainnya guna mengantisipasi kericuhan saat proses pelaksanaan Pilkada Serentak yang bakal dilaksanakan 9 Desember 2015 mendatang di Kota Dumai.
"Apa yang sudah terjadi ini adalah merupakan simulasi dalam penanganan tindakan kriminalitas atau kerusuhan yang terjadi pada Pilkada Kota Dumai mendatang. Dengan adanya simulasi ini kita sudah mengetahui kesiapan anggota dalam menghadapi situasi buruk yang terjadi pada Pilkada Dumai nanti," kata Kapolres Dumai AKBP Suwoyo, Rabu (26/8/15).
Menurutnya, aksi pengamanan yang akan dilaksanakan menjelang Pilkada mendatang ialah terdiri dari, Pengamanan Kampanye Pasangan Calon, Pengawalan Pribadi Pasangan Calon, Pengamanan Pendistribusian Kotak Suara dan Logistik lainnya ke 530 TPS, Pengamanan di 530 TPS, Pengamanan Kantor KPU saat Rekapitulasi Surat Suara.
Kemudian Pengamanan Kerusahan terhadap Simpatisan Pasangan Calon yang tidak terima akan kekalahan. Tak hanya sampai disitu, beberapa objek vital dan wilayah perbatasan serta sarana transportasi juga tak luput dari pengawasan dan pengamanan dari pihak kepolisian dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi rakyat ini.
"Aksi simulasi ini antara lain adalah untuk mengecek kesiapan anggota dalam melaksanakan pengamanan Pilkada, agar anggota betul- betul paham bagaimana mengamankan Pilkada tahap pertahap dan tugasnya dalam menjaga keamanan dan situasi kondusif. Mudah-mudahan Pilkada tahun ini berjalan lancar dan kondusfi," pungkas Suwoyo.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Bupati Kasmarni Terima Audiensi dan Silaturahmi Ketua Bawaslu Bengkalis
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih Lewat Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan
-
Politik
Bawaslu Bengkalis Uji Petik Sejumlah Data Pemilih 2021
-
Politik
Hasil Pleno KPU Dumai, Paisal-Amris Pemenang Pilkada Dumai
-
Politik
Kapolda Riau Minta Penyelenggaraan Pilkada Kedepankan Prokes Covid-19

