• Home
  • Politik
  • SBY Pilih Mengalah Melihat Balehonya dan Bendera Partai Demokrat Dirusak

SBY Pilih Mengalah Melihat Balehonya dan Bendera Partai Demokrat Dirusak

Hadi Pramono Sabtu, 15 Desember 2018 13:59 WIB
Ketum PD SBY prihatin baleho dirinya dan bendera partai dirusak. Meski demikian, mantan presiden RI itu memilih mengalah.
PEKANBARU - Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) Partai Demokrat berupa bendera dan baliho ucapan "Selamat Datang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)" dirusak orang tak dikenal di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru.

SBY yang langsung melihat ke lapangan merasa sedih dan tidak menyangka ada oknum yang berani merusak bendera dan spanduk yang mencantumkan dirinya.

"Dengan hati yang sedih saya menyaksikan hampir semua atribut Partai Demokrat dirusak, dicabut, bahkan dipotong dan dibuang ke parit atau berserakan di jalan," kata SBY dalam Jumpa Pers, Sabtu (15/12/18).

Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini menyatakan, selama ini masyarakat Riau yang dikenalnya sebagai masyarakat yang akhlaknya terpuji dan santun terhadap tamu yang datang.

"Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah, 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau slaing menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," ujar mantan Presiden RI ini.

Ia sempat mengatakan kebanggaannya atas majunya demorkasi di Indonesia. Tetapi kenyataan pahit ia terima saat bendera dan spanduk dirinya dirusak.

"Saya bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan Jokowi. Saya berikhtiar berjuang dengan cara baik dan amanah sesuai dengan yang diatur konstitusi dan Undang-undang, tapi ini yang kami dapatkan," terangnya.

Untuk itu, ia memerintahkan Sekjend dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat. 

"Saya perintahkan kepada Sekjend, pemimpin Demorkat Riau dan Pekanbaru agar semua atribut ucapan selamat datang atas kunjungan saya ke Riau dan bendera Demokrat diturunkan, lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera, baliho kita dirobak, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," tutupnya.

(Riau Terkini)
Tags Partai DemokratSusilo Bambang Yudhoyono
Komentar