Kades Diduga Selingkuh,
Sejumlah Tokoh Masyarakat Temui DPRD Meranti
Sabtu, 28 September 2013 17:12 WIB
SELATPANJANG, RIAUHEADLINE.COM- Kasus dugaan selingkuh Kepala Desa Bina Maju, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabani, dengan istri salah seorang tukang ojek beberapa waktu lalu di Kos-kosan, Jum’at (27/9) sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan Anggota BPD Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat melakukan mediasi dengar pendapat dengan Anggota DPRD Kepulauan Meranti.
Dalam pertemuan Mediasi untuk pertama kali terhadap dugaan selingkuh oknum kades tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi didampingi Anggota Firdaus, dan dari Komisi lainnya seperti, Edi Masyudi, E Miratna, dan Nursyahruddin.
Pada kesempatan itu sejumlah perwakilan masyarakat Desa Bina Maju banyak menyampaikan keluhan terhadap perilaku kades, Sabani yang dinilainya ‘Bejat’, karna selain mempermalukan desa dengan informasi pemberitaan hanggat tentang dugaan perselingkuhannya disejumlah media massa, kepemimpinan sabani terhadap Desa Bina Maju juga dinilai mereka tak becus.
Sebagaimana yang disampaikan Tokoh Masyarakat setempat, Fahrozi yang didampinggi Tokoh Agama, Bashori, Anggota BPD, Hasbi dan sejumlah tokoh-tokoh lainnya yang saling bergantian mengatakan kepemimpinan Kades Sabani terhadap Desa Bina Maju yang sudah masuk di periode kedua ini seperti tidak memperdulikan lagi pelayanan masyarakat dan fasilitas Kantor Desa.
“Sedang untuk mendapatkan tanda tangannya kami harus ke Selatpanjang, karna beliau lebih banyak menghabiskan waktunya di Selapanjang ini dari pada di desa Bina Maju, padahal beliau seorang kepala desa yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam segala urusan,” ujar masyarakat kesal.
Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi yang dijumpai Wartawan usai pertemuan mediasi pertama ini mengatakan segera mencari solusi penyelesaian atas informasi dugaan perselingkuhan dan permasalahan kepemimpinan yang dilakukan Kades Bina Maju sebagaimana yang disampaikan tokoh-tokoh masyarakat tersebut.
“Kita akan panggil Kades Sabani untuk meminta klarifikasi dan sikap Kades tersebut terhadap masyarakat Bina Maju, agar jangan ada permusuhan antar kades dengan masyarakat nantinya, terutama terhadap tokoh masyarakat yang telah menemui kami,” tutur Dedi.
Selain klarifikasi, Ketua Komisi I DPRD Meranti ini juga berjanji secepatnya akan melakukan mediasi langsung dengan Camat Ransang Barat dan BPD Desa Bina Maju dalam mengambil sikap.
Kepada Sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Anggota BPD yang hadir dalam pertemuan di ruang Rapat DPRD Kepulauan Meranti, Jum’at (27/9) kemarin, Dedi putra berharap jangan ada niat untuk memberhentikan Sabani sebagai Kepala Desa.
“Jangan diniatkan pemberhentian tapi dari pertemuan ini mari satukan persepsi dan niatkan untuk roda pemerintahan Desa Bina Maju lebih baik dan lebih bagus kedepannya,” Harap Politisi muda partai berlambang Ka’bah ini.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

