Serobot Kuburan, Warga Kuansing Adukan PT WJT ke DPRD Riau
Jumat, 22 November 2013 11:42 WIB
ilustrasi
PEKANBARU - Sekelompok masyarakat dari Desa Inuman, Kuansing melaporkan PT Wana Jingga Timur (WJT) ke Komisi A DPRD Riau. Laporan ini berkaitan dengan penyerobotan tanah ulayat milik mereka oleh PT WJT.
“Tanah ulayat kami diserobot PT WJT itu, luasnya dua divisi, 1500 hektar,” kata Muhardi Pendekar Loma Datuk Gindo Lano, Ketua Forum Masyarakat Desa Inuman kepada riauterkinicom usai hearing dengan Komisi A DPRD Riau di Gedung DPRD Riau, Kamis (21/11/13).
Menurutnya, penyerobotan tersebut dilakukan PT WJT dari tahun 1992 yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan beberapa arsip surat yang ditunjukkan dirinya.
“Lahan itu satu divisi 700 hektar. Yang parahnya lagi, di atas lahan itu ada kuburan masyarakat kami. Kami harap perusahaan itu mengambalikan tanah ulayat kami itu,” ungkapnya.
Berbagai usaha sudah dilakukan pihaknya, termasuk melaporkan hal ini ke DPRD Kuansing. Namun, sampai saat ini sebutnya, belum ada hasil dari laporan tersebut.
“Kita minta anggota dewan provinsi bisa menyelesaikan masalah ini. Kalau perusahaan tidak mau mengembalikan, maka masyarakat akan mengambil tindakan di luar jalur hukum,” ungkapnya.
Sementara itu, Ilyas Labay, Ketua Komisi A DPRD Riau menyayangkan ketidak hadiran pihak PT WJT saat hearing dilaksanakan. Pihaknya akan memanggil kembali pihak PT WJT.
“Tadi, kita juga minta masyarakat untuk melengkapi persyaratan data-data jika tanah itu milik mereka. Kita ingin, bagaimana hak masyarakat dapat diterimanya,” tutupnya. ***(ary)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

