• Home
  • Politik
  • Sikapi Isu Kudeta, DPD Demokrat Riau Lontarkan Pernyataan Keras Bagi Penghianat Partai

Sikapi Isu Kudeta, DPD Demokrat Riau Lontarkan Pernyataan Keras Bagi Penghianat Partai

Riauterkini.com Sabtu, 20 Februari 2021 14:56 WIB
PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau, Asri Auzar melontarkan pernyataan keras bagi penghianat yang berasal dari internal partai.

Seperti diketahui, partai berlambang mercy tersebut, kini sedang digoyang isu kudeta terhadap kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudoyono (AHY). 

Putra sulung mantan Presiden Sosilo Bambang Yudoyono (SBY) menyebutkan, orang-orang yang ingin mengkudeta kepemimpinanya itu, ada yang berasal dari Istana. Kemudian ada juga dari internal partai, baik masih tercatat sebagai kader mau pun sudah dipecat.

"Kepada penghianat-penghianat yang berasal dari partai kami. Kami mohon kepada Ketua Umum Demokrat, untuk bertindak dengan tegas, berhentikan dan keluarkan dengan dari Partai Demokrat," kata Asri, Sabtu (20/2/21).

Asri menegaskan, bahwa kepemimpinan dan jajaran pengurus Demokrat, baik ditingkat DPD, DPC se Riau sangat solid mendukung AHY. 

Asri bahkan juga menyatakan, jika pihak pengacau ingin merebut kursi kekuasaan di Demokrat, sebaiknya buat saja partai baru.

"Kalau mau buat partai, buat saja partai baru. Cari pengurusnya. Kalau ketua umum partai kami diganggu, kami melawan," tegas Asri.

Lebih lanjut, Asri juga mengaku pernah ditelpon dari orang tertentu yang membujuk agar berada dibarisan mereka. Melawan kepemimpinan AHY.

Tapi, Asri menyatakan tetap dengan pendiriannya, mendukung AHY. Tidak ada tempat bagi penghianat di Demokrat. Karena sekali berhianat menurutnya, maka tujuh turunan orang akan mencap sebagai penghianat pula.

"Sempat dirayu, ditelpon, agar ikut barisan mereka. Kami tegaskan tetap solid mendukung AHY sebagai Ketua Demokrat. Kami bukan seorang penghianat. Dalam darah kami, adalah kesetiaan," ungkap Asri lagi.
Tags AHYAgus Harimurti YudhoyonoAsri AuzarDPD Demokrat RiauPartai DemokratSusilo Bambang Yudhoyono
Komentar