Hasil Hearing DPRD Dumai,
Tokoh Masyarakat 7 Kecamatan Tolak Pembangunan Masjid Terapung
Minggu, 09 Februari 2014 16:06 WIB
DUMAI - Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari 7 Kecamatan di kota Dumai memberikan penyataan yang beragam terkait rencana pembangunan masjid terapung di Taman Bukit Gelanggang yang diusulkan Pemerintah Kota Dumai melalui dana APBD 2014. Tokoh agama dan masyarakat secara tegas menolak pembangunan yang diusulkan Pemko Dumai tersebut.
Munculnya penolakan itu saat dilaksanakan dengan pendapat yang di gagas DPRD Dumai bersama tokoh agama dan masyarakat di Kantor DPRD Dumai, Sabtu (8/2/14) kemarin. Seluruh tokoh masyarakat dari 7 Kecamatan di kota Dumai yang hadir menyatakan tidak setuju jika di taman Bukit Gelanggang akan dibangun masjid terapung dengan menalan biaya lumanya besar.
Dalam pertemuan minta saran yang dilakukan lembaga DPRD Dumai kepada rakyatnya itu menyebut, bahwa pembangunan masjid terapung tersebut sebagai bentuk pencitraan Walikota Dumai Khairul Anwar diakhir kepemimpinannya. Maka dari itu, kalangan tokoh masyarakat dan agama di seluruh Kota Dumai menyatakan penolakan atas hal tersebut.
Sementara tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Kapur, H Azhar Yazid, berpendapat jika pemko Dumai membangun masjid di Taman Bukit Gelanggang adalah kurang tepat. "Saya tidak tidak setuju jika yang hak itu bercampur dengan yang Bathil," ujarnya dalam hearing.
Masih kata Ketua FKUB Kecamatan Bukit Kapur, dalam penjelasan Pemko Dumai beberapa waktu di media Centre beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Masjid Habiburrahman tidak boleh dirubah karena Masjid tersebut merupakan Masjid Muslim Pancasila juga tidak masuk akal.
"Masjid Habiburrahman tidak boleh dirubah, tapi pemko akan menjadikan nya sebagai masjid Islamic Centre. Apakah itu tidak merubah masjid," ungkapnya sembari bertanya-tanya maksud dan tujuan Pemko Dumai itu sendiri saat memberikan penjelasan kepada masyarakatnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika mengambil penjelasan dari tafsir alkurtubi, sudah dijelaskan bahwa tidak boleh membangun masjid disamping masjid yang ada dan wajib meruntuhkannya jika dibangun, kecuali apabila tempat masjid itu sudah besar dan jamaahnya telah melimpah ruah baru boleh dibangun.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Sembilan Taufiqurrahman menyarankan agar anggaran pembangunan masjid di taman Bukit Gelanggang dialihkan ke masing-masing masjid di setiap kecamatan. Sebab, menurutnya tidak tidak sedikit masjid yang ada di kota Dumai kondisinya sangat memprihatinkan.
"Lebih baik anggarannya dialihkan ke masjid di masing-masing kecamatan yang ada, atau dialihkan ke inftastruktur lain yang ada di pinggiran kota seperti di Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai dan Bukit Kapur," sarannya dalam hearing tersebut.
Taufik menilai, sejauh ini Pemko Dumai masih terfokus pada pembangunan infrastruktur yang ada diperkotaan, sementara di wilayah pinggiran kota banyak infrastruktur baik jalan, maupun pendidikan yang kondisinya memprihatinkan. "Cobalah sekali- kali bapak lihat di wilayah kami, untuk mengeluarkan hasil pertanian saja susah," pungkasnya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

