• Home
  • Politik
  • Wakil Rakyat Ragukan Realisasi APBD Riau 2017 Mencapi 90 Persen

Wakil Rakyat Ragukan Realisasi APBD Riau 2017 Mencapi 90 Persen

Hadi Pramono Senin, 06 November 2017 20:29 WIB
PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Riau Abdul Wahid pesimis serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017 mencapai 90 persen, mengingat saat ini realisasi anggaran baru diangka 70 persen. 
      
"Untuk waktu yang tersisa dua bulan ini saya tidak optimis akan tercapai 90 persen. Paling tekerjar sekitar 80-85 persen. Kalau pun ingin mengejar harus ada usaha yang ekstra," kata Abdul Wahid di Pekanbaru, Senin. 
       
Dikatakannya, banyaknya proyek infrastruktur yang tidak berjalan menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan infrastruktur dalam APBD Riau cukup banyak dialokasikan.
     
"Tidak bisa dipungkiri jika fisik banyak menyedot anggaran. Sampai sekarang yang kita lihat bersama, banyak kegiatan fisik, pembangunan infrastruktur misalnya Jembatan Siak IV, tidak berjalan dengan baik," ungkapnya. 
     
Upaya yang harus dilakukan oleh Pemprov Riau untuk mengejar serapan anggaran dan fisik, kata dia, dengan memilih semua kegiatan yang serapannya lebih besar dibanding kegiatan lainnya, dan kegiatan yang besar serapan tersebut yang dikerjakan lebih dahulu. 
     
"Evaluasi semua kegiatan yang menyerap kegiatan yang lebih besar, dan itu yang harus didahulukan. Masing-masing pengawas dikumpulkan, tapi dalam pertemuan terpisah agar lebih fokus, mana yang butuh waktu lama pengerjaannya dan serapannya, maka itu yang mesti didahulukan. Selama ini, itu tak terlaksana, sehingga kejadian ini berulang setiap tahun," imbuhnya.
     
Pihak Pemprov Riau sebenarnya punya peluang untuk meningkatkan realisasi anggaran atau pun pembangunan fisik setiap tahun dengan memulai lelang pada akhir tahun, sebelum tahun anggaran baru berjalan. 
      
Menurut Ketua DPW PKB Riau ini, setelah dilakukan pengesahan dan bulan Desember, dan sudah diproses di Kemendagri, serta dari Rencana Kerja Anggaran (RKA) nya sudah turun, maka sudah bisa dilakukan pelelangan. 
      
"Untuk lelang tidak harus tunggu awal tahun, baru dimulai. Tapi akhir tahun sudah bisa dimulai proses lelang, yang penting sudah ada kepastian anggaran. Dengan demikian, serapan anggaran dan pembangunan fisik bisa cepat dimulai dan tidak terlambat lagi realisasi," tuturnya. 
     
Lebih lanjut dikatakannya, jika pemerintah Provinsi Riau nantinya bisa menyerap serapan anggaran di atas 90 persen, selaku wakil rakyat ia sangat mengapresiasi hal tersebut. Ia selalu akan mengawasi serapan anggaran yang dimaksud.
      
"Kalau nantinya mencapai 90 persen atau di atas itu, kan lebih baik," ujar Legislator asal Indra Hilir ini. 


Sumber: antarariau.com

Tags APBD RiauDPRD RiauPemprov Riau
Komentar