• Home
  • Politik
  • Warga Minta Seluruh Anggota DPRD Meranti Kenakan Rok

Bentuk Kekesalan,

Warga Minta Seluruh Anggota DPRD Meranti Kenakan Rok

Minggu, 23 Februari 2014 11:42 WIB
SELATPANJANG - Ada-ada saja cara orang meluahkan rasa kesal. Seperti yang terjadi di Selatpanjang, Jumat (21/2/2014) kemarin, ada warga yang meluahkan rasa kesalnya dengan cara berteriak di depan Gedung DPRD Kepulauan Meranti sembari meminta semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Meranti untuk memakai rok.

Kejadian ini buntut dari tidak diresponnya aksi damai sekelompok pemuda/i yang mengatasnamakan putera puteri Meranti oleh Anggota DPRD Kepulauan Meranti.

Puluhan massa itu melakukan aksi damai dengan cara menyampaikan aspirasi yang meminta seluruh dewan juga mendukung perjuangan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, dalam hal memperjuangkan nasib putera puteri daerah. 

Namun, meski sudah lebih satu jam berorasi di depan Gedung Wakil Rakyat yang terletak di jalan Dorak itu, tak satu pun terlihat anggota DPRD Meranti menemui massa.

Akhirnya merasa kecewa massa membubarkan diri dan melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Kepulauan Meranti yang terletak di sebelah Gedung DPRD Meranti.

Anggota dewan yang hadir pada saat itu sekitar 11 orang tidak menemui massa dengan alasan bahwa sedang menggelar rapat banmus (9 orang, red) yang tidak bisa dihentikan. 

Sementara dua anggota dewan yang tidak ikut banmus namun hadir di kantor juga tidak bersedia menemui, dengan alasan belum mendapat persetujuan dari pimpinan dewan.

Setelah rapat banmus selesai dan semua anggota DPRD Meranti terlihat keluar ruangan, rupanya kekesalan warga belum berakhir.

Tiba-tiba dua lelaki paruh baya di Selatpanjang yang pulang aksi dari kantor bupati berteriak lantang sambil menunjuk anggota dewan. "Woi, pakai rok aja lah kalian, banci," kata dua lelaki yang menggunakan motor matic berwarna hitam itu.

Wakil pimpinan DPRD Meranti yang sedang berdiri di luar gedung, Taufikurrohman, turut menjadi sasaran kekesalan masyarakat kota sagu itu.

Melihat ada Taufik, dua lelaki paruh baya itu menghentikan motornya sambil meneriaki dengan kata-kata yang sama. "Dikau (kamu, red) juge pakai rok," tambahnya lagi sambil melanjutkan perjalanan.

Anggota dewan yang hadir tidak mau berkomentar banyak atas insiden yang terjadi di depan matanya itu. Mereka memahami apa yang baru saja terjadi adalah luahan dari rasa kesal masyarakat.***(grc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar