• Home
  • Siak
  • Dinas Pertanian Siak: Puncak Panen Raya di Bungaraya Awal Februari 2018

Dinas Pertanian Siak: Puncak Panen Raya di Bungaraya Awal Februari 2018

Arif Rahim Rabu, 17 Januari 2018 09:03 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pertanian setempat menerangkan bahwa untuk kecamatan Bungaraya, sudah 31,75 Ha luas areal pesawahan yang memasuki masa panen. 

Kepala Dinas Pertanian Siak Budiman Shafari mengatakan, total hasil panen sementara untuk kecamatan itu mencapai Rp 185,875 ton. Posisi itu akan berlanjut hingga awal Februari mendatang.

"Panen akan terus berlanjut pada masa panen raya, awal Februari mendatang. Mudah-mudahan produktivitas tidak terganggu oleh cuaca yang saat ini tidak menentu," katanya dikutip dari Tribun, Selasa (16/1/2018).

Budiman menyebut, kecamatan Bungaraya memang menjadi sentra pangan kabupaten Siak. Selama ini, hasil panen padi kecamatan Bungaraya mampu mengatasi kebutuhan pokok penduduk lokal. Meski sebagian hasil panen dijual ke luar daerah.

"Sesuai dengan semangat Presiden Joko Widodo untuk swasembada beras, Bupati kita sudah mulai menjalankannya. Ia menganggap sentra padi Bungaraya sebagai lumbung padi kabupaten Siak," jelasnya. 

Sehingga untuk kebutuhan pokok, menurutnya, masyarakat di Kabupaten Siak tidak terlalu bergantung kepada distributor beras dari luar daerah, karena hasil dari daerah sendiri sudah mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Pihaknya juga berupaya memberikan bantuan sarana teknologi untuk memudahkan para petani menanam hingga memanen. Bantuan peralatan dari pemerintah pusat seperti tracktor, handtracktor, alat menanam dan memanen sudah didistribusikan sejak beberapa tahun lalu.

"Tahun ini kami mendata ulang, apa sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani, yang kurang memadai, kita upayakan mendapat bantuan lagi dari pusat," kata dia.

Pihaknya juga sudah mengadakan beberapa kali pertemuan dengan petani padi di Bungraya, untuk tidak mengalihfungsikan lahan sawah menjadi lahan sawit. Sebab, pihaknya menyadari Siak tidak lagi terlalu mengandalkan sawit.

"Kita masih butuh sawit, namun harga yang sangat jatuh membuat petani merugi. Namun, kita juga menyadari pentingnya tanaman pangan," kata dia.

(arf/arf)
Tags Panen PadiPemkab SiakPetani Padi
Komentar