150 Hektar Lahan Ditanami Padi di Renak Meranti
Senin, 13 Januari 2014 14:19 WIB
RENAK DUNGUN - Camat Pulau Merbau, Armansyah mengatakan, penanaman padi di lahan cetak sawah baru seluas 150 hektere (ha) yang berlokasi di Desa Renak Dungun, segera dilakukan Maret mendatang.
Diungkapkannya, pembukaan cetak sawah baru di Desa Renak Dungun memang sudah rampung menjelang akhir tahun 2013 lalu. Namun untuk melakukan penanaman padi itu akan dilakukan secara serentak mulai Maret mendatang, yakni seiring dengan tersedianya seluruh perlengkapan dan sarana lainnya.
"Mulai dari peralatan para petani, termasuk kesiapan infrastruktur yang mendukung keberhasilan cetak sawah baru itu. Dengan demikian sasaran yang diharapkan akan berhasil dan berdaya guna, “ungkap Camat Pulau Merbau, Armansyah kepada sejumlah awak media, kemarin.
Disebutkan Armansyah, lahan pertanian tanaman padi itu sebelumnya sudah pernah dikelola oleh masyarakat sekitar, hanya saja kurangnya dukungan pemeritah saat itu, akhirnya persawahan tadah hujan itu tidak memberikan hasil yang maksimal.
“Kita saat ini mendapat dukungan kuat dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat dalam rencana peningkatan lahan pertanian terutama tanaman padi," jelasnya.
Sebab, kata dia, Pulau Merbau sejauh ini masih memiliki lahan pertanian tanaman padi yang cukup luas. Dan di tahun mendatang masyarakat Pulau Merbau sangat berharap adanya perluasan cetak sawah baru.
"Sehingga diharapkan kebutuhan beras bagi masyarakat local bisa dipasok dari hasil pertanian masyarakat itu sendiri,” sebut mantan Lurah Selatpanjang Timur itu.
Di tempat dan waktu terpisah, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Julian Norwis mengatakan, pemerintah siap mendukung usaha masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian tanaman pangan.
Pembangunan lahan pertanian seperti buka atau cetak sawah baru, menjadi program berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pertanian tanaman padi masyarakat.
Pemerintah mendukung sepenuhnya sarana dan prasarana yang dibututuhkan para petani. Baik peralatan pertanian itu sendiri, mulai dari hand tractor, mesin pompa air, bibit dan pupuk serta peralatan panen.
Karena semua itu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Dan kita sangat berharap untuk kebutuhan beras bagi masyarakat Meranti di tahun mendatang tidak lagi bergantung dengan pasokan dari daerah lain.
"Hal ini sesuai program pemerintah pusat, Indonesia tahun 2014 ini akan swasembada beras dengan perolehan 10 juta ton. Adapun kebutuhan Meranti terhadap beras selama ini hanya mengandalkan daerah lain, ke depan Meranti setidaknya mampu menutupi kebutuhan local dan tidak bergantung pada pasokan luar,”ujar Julian Norwis.***(fan/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

