• Home
  • Sosial
  • 2013, Ditemukan 2 Penderita 2 HIV dan 2 AIDS

Dari Pelatihan PITC Rohul,

2013, Ditemukan 2 Penderita 2 HIV dan 2 AIDS

Senin, 16 Desember 2013 16:42 WIB

PASIRPANGARAIAN - Dua dari 11 warga Kabupaten Rokan Hulu yang memeriksakan diri ke Provider-Initiated Testing and Counselling (PITC) RSUD Pasirpangaraian ditemukan dua pasien positif mengidap HIV, sedangkan dua warga lain positif mengidap AIDS.

Demi memaksimalkan agar pasien memeriksakan HIV dan AIDS di PITC RSUD Pasirpangaraian, maka digelar pelatihan PITC diikuti 40 tenaga medis rumah sakit daerah setempat dibuka Senin (16/12/2013) dan baru berakhir Kamis (19/12/2013).

Pelatihan PITC di Pasirpangaraian, dibuka Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul dr H Wildan Asfan Hasibuan M.Kes, dihadiri Direktur RSUD Pasirpangaraian Septien Asmarwati, KTU RSUD dr Grifino, menghadirkan nasumber dr Rosmaliadi dari RS Tangerang, Banten dan dr Candra dari RS Metro Lampung, diikuti 5 dokter spesialis RSUD, 1 dokter gigi, 4 dokter umum, 30 perawat dan bidan RSUD.

"Kita mengharapkan, melalui kegiatan ini, semua tenaga medis baik dokter, bidan dan perawat, mengarahkan pasien untuk memeriksakan diri ke PITC RSUD yang sudah setahun berdiri sehingga diketahui apakah teriveksi HIV atau AIDS atau tidak. Karena, sejak setahun hanya 11 pasien sukarela yang memeriksakan diri ke PITC dan ditemukan positif dua pasien terinfeksi HIV dan dua lain terinfeksi AIDS," kata Wildan.

Kedepan, melalui pelatihan, nantinya semua tenaga medis di Rohul tidak hanya fokus ke pasien yang memeriksakan penyakitnya saja atau berobat. Namun bagaimana, agar masyarakat atau pasien yang dicurigai bisa secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui apakah terifeksi HIV atau AIDS.

Penyakit HIV atau AIDS, jelas Wildan, ibarat sebuah gunung es. Bila ditemukan satu penderita HIV, maka dibelakangnya ada terinveksi sekitar 200 lain. Begitu juga dengan penderita AIDS, jika satu ditemukan maka di belakangnya ada 2.000 ditemukan penderita lain.

Menurutnya, HIV dan AIDS dampak pola hidup masyarakat juga berisiko tinggi seperti penularan melalui darah, dan paling berisiko yakni dari hubungan seks bebas, termasuk dari jarum suntik bergantian dalam pemakaian narkoba.

"Untuk upaya pencegahan yakni dengan pola ABCD, sebab itu perlu ditingkatkan pelatihan bagi tenaga medis di seluruh puskesmas," ujar wildan.

Dua pasien HIV dan dua pasien penderita AIDS, diakui Wildan sudah diserahkan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk penangangan dan pengobatan lanjutan. Kata Wildan, kedepan PITC RSUD Rohul akan dilengkapi dengan pengobatan lanjutan bagi pasien HIV dan AIDS.

Masih di tempat sama, Direktur RSUD Pasirpangaraian Septien Asmarwati, mengatakan kegiatan itu upaya memberikan pembinaan kepada semua tenaga medis di RSUD. Tenaga medis itu diharapkan berinsiatif sebagai petugas kesehatan dan melakukan tes serta konseling penyakit HIV dan AIDS.

"Dari kegiatan ini, kedepan tenaga medis kita tanggap dan jeli. Dengan begitu, warga atau pasien berisiko tinggi terinfeksi virus HIV atau AIDS bisa menjalani konseling," jelas Septien.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar