Aspekpir Riau Hadapi Beban Berat Kembangkan Perkebunan
Senin, 03 Maret 2014 13:10 WIB
PEKANBARU - Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Riau periode 2014-2019 menghadapi beban berat dalam mengembangkan sub sektor perkebunan di masa mendatang.
"Dalam mengembangkan sub sektor perkebunan tersebut maka tugas utama adalah proses replanting yang harus dilaksanakan secepatnya dan juga mempererat kemitraan antara petani dan perusahaan inti," kata Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher dalam keterangannya di Pekanbaru.
Menurut Zulher, kebun kelapa sawit petani anggota Aspekpir Riau itu pada umumnya telah mendekati umur 30 tahun dan sudah saatnya untuk diremajakan.
Namun dilapangan, katanya, terdapat kendala seperti ketidaksiapan ekonomi petani jika kebunnya ditebang, kendala pada sertifikat kebun sebagai jaminan kepada pihak perbankan maupun terdapat permasalahan antara petani plasma dengan plasma.
"Untuk itu, kami harapkan peran pengurus baru Aspekpir Riau untuk menjembatani permasalahan tersebut," katanya.
Ketua Aspekpir Riau terpilih, Setiyono, menyebutkan akan kembali mengkoordinasikan kepada seluruh KUD-KUD yang berada di bawah Aspekpir dalam hal Replanting.
Aspekpir akan membantu para petani dalam hal replanting, dan mengharapkan Disbun Riau terus mendorong petani untuk melakukan peremajaan.
Sesuai amanat Wakil Menteri Pertanian, Rusman Hariawan, kata Setiyono, bahwa pengembangan perkebunan rakyat ke depannya sangat cocok dengan pola kemitraan.
Apalagi pada pengembangan kelapa sawit jilid kedua nantinya berbasis kepada keberlanjutan (suistainable). Untuk menerapkan perkebunan yang berkelanjutan dibutuhkan dukungan pihak ketiga dalam bentuk kemitraan.
"Investasi di perkebunan kelapa sawit itu sangat besar sehingga dibutuhkan kebersamaan petani, asosiasi, pemerintah dan perusahaan inti ke depannya. Jika semua pihak dapat saling mendukung bukan tidak mungkin pada jilid kedua ini agroindustri kelapa sawit akan lebih kuat," kata Rusman seperti dikutip Setiyono.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

