Bahas Karhutla, Presiden SBY Langsung Pimpin Rapat Tertutup di Riau
Sabtu, 15 Maret 2014 19:48 WIB
PEKANBARU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setibanya di Bandar Udara Sultan Sayrif Kasim II Pekanbaru langsung menggelar rapat tetutup dengan tim Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau di ruang VVIP Lapangan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin.
Pantauan wartawan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Sabtu, Presiden dalam rapat itu didampingi Gubernur Riau Annas Maamun, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto dan dihadiri pihak terkait.
SBY selaku pemimpin rapat diperkirakan memberi arahan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menyebabkan puluhan ribu warga Riau terserang penyakit akibat kabut asap.
Sedikit di antara mereka yang mengungsi ke provinsi tetangga terutama bagi mereka yang sedang mengandung, kemudian para balita, anak-anak dan para lanjut usia karena dampak menghirup asap baru dirasakan sekitar 10 tahun kemudian.
Dokter Azizman Saad, Spesialis Paru dan Konsultan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad menyatakan, dalam 10 tahun mendatang terjadi ledakan penyakit paru-paru di Riau karena asap.
"Imbas jangka panjangnya, daya ingat pada anak akan menurun. Bila terus menerus dialami balita, kelak terjadi penurunan inteligensi dan berakibat fatal menjadi idiot. Itu risiko terburuk buat balita imbas dari kabut asap kebakaran hutan," katanya.
Sementara penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut karena menghirup kabut asap pekat dari karhutla di Riau untuk Pekanbaru terus menunjukkan tren peningkatan dan sampai Sabtu (15/3), tercatat 11.260 orang dari total 12.138 orang penderita.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sudah 55.422 jiwa penderita ISPA pada Jumat (13/3), warga di berbagai daerah kabupaten/kota menderita penyakit yang disebabkan polusi kabut asap sebagai dari dampak karhutla di Riau.
Pesawat yang membawa Presiden SBY sebelumnya direncanakan menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang, namun dialihkan ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam karena asap yang terlalu pekat.
Pesawat Garuda Indonesi akhirnya bertolak dari Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 15.20 WIB dan setelah mendapatkan informasi jarak pandang di wilayah udara Kota Pekanbaru sekitar 1.000 meter yang merupakan batas minimum keamanan untuk melakukan pendaratan.
SBY membatalkan sejumlah jadwal acara yang sudah diagendakan dan langsung ke Riau, usai menyatakan mengambil alih komando operasi terpadu untuk penanggulangan bencana kebakaran dan asap.***(musa)
Pantauan wartawan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Sabtu, Presiden dalam rapat itu didampingi Gubernur Riau Annas Maamun, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto dan dihadiri pihak terkait.
SBY selaku pemimpin rapat diperkirakan memberi arahan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menyebabkan puluhan ribu warga Riau terserang penyakit akibat kabut asap.
Sedikit di antara mereka yang mengungsi ke provinsi tetangga terutama bagi mereka yang sedang mengandung, kemudian para balita, anak-anak dan para lanjut usia karena dampak menghirup asap baru dirasakan sekitar 10 tahun kemudian.
Dokter Azizman Saad, Spesialis Paru dan Konsultan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad menyatakan, dalam 10 tahun mendatang terjadi ledakan penyakit paru-paru di Riau karena asap.
"Imbas jangka panjangnya, daya ingat pada anak akan menurun. Bila terus menerus dialami balita, kelak terjadi penurunan inteligensi dan berakibat fatal menjadi idiot. Itu risiko terburuk buat balita imbas dari kabut asap kebakaran hutan," katanya.
Sementara penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut karena menghirup kabut asap pekat dari karhutla di Riau untuk Pekanbaru terus menunjukkan tren peningkatan dan sampai Sabtu (15/3), tercatat 11.260 orang dari total 12.138 orang penderita.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sudah 55.422 jiwa penderita ISPA pada Jumat (13/3), warga di berbagai daerah kabupaten/kota menderita penyakit yang disebabkan polusi kabut asap sebagai dari dampak karhutla di Riau.
Pesawat yang membawa Presiden SBY sebelumnya direncanakan menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang, namun dialihkan ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam karena asap yang terlalu pekat.
Pesawat Garuda Indonesi akhirnya bertolak dari Batam, Kepulauan Riau sekitar pukul 15.20 WIB dan setelah mendapatkan informasi jarak pandang di wilayah udara Kota Pekanbaru sekitar 1.000 meter yang merupakan batas minimum keamanan untuk melakukan pendaratan.
SBY membatalkan sejumlah jadwal acara yang sudah diagendakan dan langsung ke Riau, usai menyatakan mengambil alih komando operasi terpadu untuk penanggulangan bencana kebakaran dan asap.***(musa)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

