- Home
- Lingkungan
- Alhamdulillah Hujan Lebat Guyur Kota Dumai
Alhamdulillah Hujan Lebat Guyur Kota Dumai
Sabtu, 15 Maret 2014 19:43 WIB
DUMAI - Alhamdulillah! Ucapan syukur itulah yang kerap digumankan sejumlah warga Dumai, Sabtu (14/3/14) begitu hujan cukup deras turun mengguyur Kota Pengantin Berseri, sekitar pukul 19.30 WIB.
Warga Dumai patut bersyukur karena hujan kali ini merupakan curahan yang sangat diharap untuk mengakhiri musibah kabut asap parah. Sudah lebih dua bulan tak pernah turun hujan, sehingga memicu kebakaran hutan dan lahan yang akhirnya menimbulkan kabut asap.
"Alhamdulillah, akhirnya Allah SWT mengasihi kita. Doa kita dikabulkan dengan menurunkan hujan," ujar Yusril, Jalan Pemuda Darat.
Meskipun tidak terlalu deras, namun turunnya hujan menjadi harapan akan segera berlalunya musibah kabut asap yang telah menimbulkan banyak masalah.
Mulai dari gangguan kesehatan sampai lumpuhnya sejumlah aktivitas. Seperti pendidikan dan penerbangan.
“Syukur Alhamdulillah kami masih diberikan anugerah hujan malam ini yang membuat sedikit suasana segar dan sejuk dari kabut asap,” ujar Yunita Rahma, sorang warga Jalan Sukajadi, Dumai, sembari melakukan sujud syukur atas turunnya hujan.
Meski hujan berlangsung singkat, sekitar 20 menit, namun warga kota tersebut sangat gembira menyaksikan air dari langit turun dengan derasnya sembari membuka pintu rumah mereka.
Mendapat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa atas turunnya hujan, warga setempat pun ramai-ramai bersyukur dan menyambut sukacita dengan menggelar sujud syukur di tengah derasnya hujan.
“Sejak kemarau dan udara berkabut asap, kami jarang sekali buka pintu karena punya anak kecil. Tetapi hujan sebentar ini telah membuat udara menjadi segar dan suasana sejuk malam hari,” ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Irman, warga lainnya yang mengaku sangat menanti hujan karena membuat udara buruk akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau, sementara air sumur rumah sudah kering karena memasuki musim kemarau.
“Mudah-mudahan hujan ini bertanda baik dan menghilangkan kabut asap serta mendatangkan kembali air sumur yang sudah kering,” katanya.
Warga juga berharap musim kemarau panjang yang sudah melanda daerah ini dalam dua bulan belakangan, dapat segera berakhir.
“Kita harapkan juga kebakaran lahan bisa padam dengan turunnya hujan yang hampir merata di semua wilayah Dumai,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah setempat telah menggelar sholat sunnah Istisqa secara berjamaah untuk meminta diturunkannya rahmat Tuhan berupa hujan dan mengakhiri bencana kabut asap pekat sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan.***(adi)
Warga Dumai patut bersyukur karena hujan kali ini merupakan curahan yang sangat diharap untuk mengakhiri musibah kabut asap parah. Sudah lebih dua bulan tak pernah turun hujan, sehingga memicu kebakaran hutan dan lahan yang akhirnya menimbulkan kabut asap.
"Alhamdulillah, akhirnya Allah SWT mengasihi kita. Doa kita dikabulkan dengan menurunkan hujan," ujar Yusril, Jalan Pemuda Darat.
Meskipun tidak terlalu deras, namun turunnya hujan menjadi harapan akan segera berlalunya musibah kabut asap yang telah menimbulkan banyak masalah.
Mulai dari gangguan kesehatan sampai lumpuhnya sejumlah aktivitas. Seperti pendidikan dan penerbangan.
“Syukur Alhamdulillah kami masih diberikan anugerah hujan malam ini yang membuat sedikit suasana segar dan sejuk dari kabut asap,” ujar Yunita Rahma, sorang warga Jalan Sukajadi, Dumai, sembari melakukan sujud syukur atas turunnya hujan.
Meski hujan berlangsung singkat, sekitar 20 menit, namun warga kota tersebut sangat gembira menyaksikan air dari langit turun dengan derasnya sembari membuka pintu rumah mereka.
Mendapat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa atas turunnya hujan, warga setempat pun ramai-ramai bersyukur dan menyambut sukacita dengan menggelar sujud syukur di tengah derasnya hujan.
“Sejak kemarau dan udara berkabut asap, kami jarang sekali buka pintu karena punya anak kecil. Tetapi hujan sebentar ini telah membuat udara menjadi segar dan suasana sejuk malam hari,” ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Irman, warga lainnya yang mengaku sangat menanti hujan karena membuat udara buruk akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau, sementara air sumur rumah sudah kering karena memasuki musim kemarau.
“Mudah-mudahan hujan ini bertanda baik dan menghilangkan kabut asap serta mendatangkan kembali air sumur yang sudah kering,” katanya.
Warga juga berharap musim kemarau panjang yang sudah melanda daerah ini dalam dua bulan belakangan, dapat segera berakhir.
“Kita harapkan juga kebakaran lahan bisa padam dengan turunnya hujan yang hampir merata di semua wilayah Dumai,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah setempat telah menggelar sholat sunnah Istisqa secara berjamaah untuk meminta diturunkannya rahmat Tuhan berupa hujan dan mengakhiri bencana kabut asap pekat sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

