Balitbang Kenalkan Kendaraan Flex Fuel di Bengkalis Expo 2015
Sabtu, 16 Mei 2015 15:11 WIB
BENGKALIS - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bengkalis unjuk kebolehan pada ajang Bengkalis Expo di Duri. SKPD ini melakukan inovasi dengan memperkenalkan mobil yang dimodifikasi menggunakan bahan bakar flex fuel bioethanol 85%.
"Ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan kita perkenalkan pada ajang Bengkelis Expo 2015," ujar Kepala Balitbang Kabupaten Bengkalis, DR Sopyan Hadi kepada wartawan, Kamis (14/5) kemarin.
Dikatakan, kendaraan bahan bakar flex fuel atau disebut juga fleksibel merupakan kendaraan bahan bakar ganda, yaitu kendaraan bahan bakar alternatif dengan mesin pembakaran dalamnya yang didesain bisa menggunakan lebih dari 1 jenis bahan bakar, biasanya adalah bensin yang dicampur dengan etanol ataupun metanol.
"Khusus pada ajang Bengkalis Expo ini kita perkenalkan kendaraan bahan bakar flex fuel bioethanol 85%," ujar Sopyan Hadi seraya menambahkan kalau bahan bakar fosilnya hanya 15%.
Dikatakan, pihaknya memproduksi minyak non fosil dengan merk dagang "EcoFuel Bioethanol" dengan oktan 120 yaitu diatas bahan bakar fosil yang beredar saat ini yaitu masih sampai kadar oktan 95. Ecofuel bioethanol yang juga berfungsi sebagai substitusi ke BBM fosil sebesar 10 % dan minyak prolingkungan yang renewable energi ini dapat diperoleh dalam kemasan botol 1 liter berharga Rp40 ribu.
"Dibandingkan dengan produk penaik kadar octan exchanger sejenis yang terdapat di SPBU berharga Rp30.000,- per botol 200 ml yang kabarnya masih impor maka produk minyak Bengkalis Riau ini lebih murah dan unggul," ujar Sopyan.
Unggulan riset Balitbang lainnya yang ditinjau Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh adalah biodiesel sawit, yaitu bahan bakar nabati tanaman sawit hasil pengolahan stasiun riset Balitbang yang menggunakan bahan baku buah sawit masyarakat desa. Beberapa produk turunan sawit juga dihasilkan CPO, minyak goreng dan surfaktan foam anti api untuk pemadaman kebakaran.
Ada yang menarik pada salah satu mobil jelajah teknologi pengolahan air gambut ke air bersih dan air minum, dimana Bupati Bengkalis melihat proses produk dan menanyakan biaya pembuatnnya. Bupati juga menanyakan apakah air yang diolah layak diminum.
Maka tak ayal lagi Kepala Balitbang Bengkalis DR Sopyan Hadi langsung mengambil gelas dan membuka kran air hasil olahan Balitbang tersebut dan meminumnya. "Macam aqua Pak Bupati," ujar Sopyan Hadi kepada Bupati.
Dalam kesempatan itu, Sopyan Hadi menerangkan, teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Balitbang dengan Poltek Bengkalis.
Dikatakan, Bengkalis tidak hanya membangun banyak perguruan tinggi serta melahirkan ribuan tamatan setiap tahun, akan tetapi Bengkalis juga harus mampu menpersiapkan lapangan kerja dari tamatan tersebut yg sesuai skill dan keahliannya.
"Solusinya adalah Balitbang harus mampu mengandeng tamatan perguruan tinggi ini untuk menghasilkan produk teknologi di workshop stasiun riset yang bisa menjadi sentra lapangan kerja," katanya.
(rdk/der)
"Ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia dan kita perkenalkan pada ajang Bengkelis Expo 2015," ujar Kepala Balitbang Kabupaten Bengkalis, DR Sopyan Hadi kepada wartawan, Kamis (14/5) kemarin.
Dikatakan, kendaraan bahan bakar flex fuel atau disebut juga fleksibel merupakan kendaraan bahan bakar ganda, yaitu kendaraan bahan bakar alternatif dengan mesin pembakaran dalamnya yang didesain bisa menggunakan lebih dari 1 jenis bahan bakar, biasanya adalah bensin yang dicampur dengan etanol ataupun metanol.
"Khusus pada ajang Bengkalis Expo ini kita perkenalkan kendaraan bahan bakar flex fuel bioethanol 85%," ujar Sopyan Hadi seraya menambahkan kalau bahan bakar fosilnya hanya 15%.
Dikatakan, pihaknya memproduksi minyak non fosil dengan merk dagang "EcoFuel Bioethanol" dengan oktan 120 yaitu diatas bahan bakar fosil yang beredar saat ini yaitu masih sampai kadar oktan 95. Ecofuel bioethanol yang juga berfungsi sebagai substitusi ke BBM fosil sebesar 10 % dan minyak prolingkungan yang renewable energi ini dapat diperoleh dalam kemasan botol 1 liter berharga Rp40 ribu.
"Dibandingkan dengan produk penaik kadar octan exchanger sejenis yang terdapat di SPBU berharga Rp30.000,- per botol 200 ml yang kabarnya masih impor maka produk minyak Bengkalis Riau ini lebih murah dan unggul," ujar Sopyan.
Unggulan riset Balitbang lainnya yang ditinjau Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh adalah biodiesel sawit, yaitu bahan bakar nabati tanaman sawit hasil pengolahan stasiun riset Balitbang yang menggunakan bahan baku buah sawit masyarakat desa. Beberapa produk turunan sawit juga dihasilkan CPO, minyak goreng dan surfaktan foam anti api untuk pemadaman kebakaran.
Ada yang menarik pada salah satu mobil jelajah teknologi pengolahan air gambut ke air bersih dan air minum, dimana Bupati Bengkalis melihat proses produk dan menanyakan biaya pembuatnnya. Bupati juga menanyakan apakah air yang diolah layak diminum.
Maka tak ayal lagi Kepala Balitbang Bengkalis DR Sopyan Hadi langsung mengambil gelas dan membuka kran air hasil olahan Balitbang tersebut dan meminumnya. "Macam aqua Pak Bupati," ujar Sopyan Hadi kepada Bupati.
Dalam kesempatan itu, Sopyan Hadi menerangkan, teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Balitbang dengan Poltek Bengkalis.
Dikatakan, Bengkalis tidak hanya membangun banyak perguruan tinggi serta melahirkan ribuan tamatan setiap tahun, akan tetapi Bengkalis juga harus mampu menpersiapkan lapangan kerja dari tamatan tersebut yg sesuai skill dan keahliannya.
"Solusinya adalah Balitbang harus mampu mengandeng tamatan perguruan tinggi ini untuk menghasilkan produk teknologi di workshop stasiun riset yang bisa menjadi sentra lapangan kerja," katanya.
(rdk/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Plt Sekda Bengkalis Minta ASN Berikan Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Jaksa Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Satpol PP Bengkalis
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Puji Empat Cakades Parit I Api-api

