• Home
  • Sosial
  • Bupati Bengkalis Serahkan Ambulans untuk Pedesaan

Bupati Bengkalis Serahkan Ambulans untuk Pedesaan

Minggu, 06 April 2014 17:07 WIB
RUPAT UTARA - Bupati Bengkalis Herliyan Saleh melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rupat Utara, Minggu (6/4), sekaligus menghadiri pelantikan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Rupat, rapat kerja dengan RT/RW serta menyerahkan bantuan ambulans desa.

Acara pelantikan pengurus LAMR bertempat di Gedung LAM Rupat Utara. Bupati selaku pembina LAMR Kabupaten Bengkalis berkenan hadir dan memberikan pengarahan. Adapun pengurus yang lantik adalah H Abdillah sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) LAMR Rupat Utara dan M. Nur Enjah selaku Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Rupat Utara.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis, Zainuddin Yusuf, disaksikan Sekretaris Daerah, Burhanuddin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Camat Rupat Utara, Azman selaku payung adat LAMR Rupat Utara, Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis, Romaini Herliyan dan para kepala SKPD.

Dalam pengarahannya Herliyan meminta kepada pengurus LAMR Rupat Utara yang baru dilantik dapat bekerja sesuai program yang ada. Sekali amanah dipikul, tempatkan seluruh kemampuan dengan sebaik-baiknya. 

“Tunjuk ajar Melayu mengingatkan kita, bahwa untuk menjalankan amanah hendaknya dilakukan dengan merapatkan barisan, berpadu satu dalam persebatian yang kokoh. Dari perpaduan ini akan lahir rasa kebersamaan yang menjadi kunci kekuatan kita semua,” katanya.

Ia menegaskan, ketamadunan Melayu menjadi dasar segala aspek kehidupan masyarakat harus selalu menjadi kekuatan. Para pengurus LAMR Kecamatan Rupat Utara dituntut untuk melestarikan khasanah adat istiadat budaya Melayu, terutama mengenalkan kepada generasi muda. 

Langkah ini menurut dia dianggap perlu agar budaya melayu tak boleh hilang tergerus kemajuan zaman dan masuknya budaya asing. Bagaimanapun, kata dia lagi, budaya ini salah satu benteng perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

"Agar adat istiadat melayu tidak hilang ditelan zaman seiring pengaruh budaya barat di era globalisasi, maka Lembaga Adat Melayu harus melakukan terobosan yang positif, dengan mengupayakan pemberian pelatihan adat istiadat dan budaya melayu kepada anak-anak muda sebagai penerus bangsa. keberadaan lembaga adat haruslah dapat melestarikan adat istiadat yang ada,” pintanya.

Berbicara tentang budaya, menurut Bupati, Rupat Utara memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dilestarikan dan dikembangkan. apalagi dengan keberadaan pesona pantai yang ada, sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk mengembangkan budaya. 

Tinggal bagaimana LAMR Rupat Utara dapat mengemas potensi pesona alam yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya dan tradisi yang ada. Salah satu tradisi dan budaya yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Rupat Utara adalah budaya Mandi Safar dan Zapin Api.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya sebagai salah satu kekayaan yang menjadi warisan leluhur dan telah turun-temurun terjaga di bumi Melayu ini," jelasnya melanjutkan. 

"Di tengah modernisasi zaman dan kecanggihan teknologi saat ini ternyata kekayaan budaya sebagai warisan nenek moyang masih memiliki nilai tersendiri di mata masyarakat. namun fakta yang terjadi saat ini, upaya pelestarian budaya mulai kurang diminati oleh kaum muda,” ujarnya.

Bupati juga menyinggung soal Pemilu Legaislatif yang tinggal 2 hari lagi. Ia berharap kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, jangan sampai golput. 

Kemudian ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, jika menemukan ada pihak-pihak yang membakar, jangan sungkan melaporkan kepada pihak berwajib.

Setelah pelantikan pengurus, Bupati melanjutkan agenda kunker ke Rupat Utara dengan mengelar Rakor bersama RT/RW serta menyerahkan ambulans desa untuk masyarakat Kecamatan Rupat Utara.***(and)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar