• Home
  • Ekbis
  • Harga Bawang Naik Akibat Jalin Riau-Sumbar Putus

Harga Bawang Naik Akibat Jalin Riau-Sumbar Putus

Minggu, 06 April 2014 17:09 WIB

PEKANBARU - Putusnya jalan yang menghubungi Riau dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akibat longsor di sekitar Kilometer 80, Desa Merangin, Kecamata  Kuok, Kabupaten Kampar, menyebabkan harga bawang di Pekanbaru langsung mengalami kenaikan, ini disebabkan sebagian bawang yang dijual di daerah ini berasal dari Sumbar.

Dari pemantauan wartawan di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru, Sabtu (5/4), diketahui harga bawang merah yang sebelumnya masih Rp 15 ribu perkilogram, kini sudah naik menjadi Rp18.000 per kilogram.

Sedangkan untuk bawang putih biasanya dijual dengan harga Rp 13 ribu perkilogram, kini naik menjadi Rp15 ribu perkilogram. "Sejak kemaren harga bawang merah dan bawang putih sudah mengalami kenaikan," ungkap Miswar (48) pedagang di Pasar Sail, Pekanbaru.

Dia menjelaskan naiknya harga bawang merah dan bawang putih ini disebabkan komoditi ini dipasok oleh pedagang dari Sumbar. Sementara sejak Jumat dini hari kemaren hubungan darat dari Sumbar putus akibat longsor di Desa Merangin, sehingga menyulitkan pedagang membawanya ke Pekanbaru.

Namun demikian, menurut dia, naiknya harga bawang diperkirakan hanya bersifat sementara. Setelah kondisi jalan pulih kembali, harganya akan normal seperti biasa. "Mungkin kondisi ini hanya berlangsung beberapa hari ini saja," ungkap Miswar.

Hal yang sama juga diungkapkan Fatimah, pedagang di Pasar Limapuluh, Pekanbaru. Menurut dia, sejak jalan Sumbar putus, harga berbagai produk pertanian mengalami kenaikan di Pekanbaru. "Tidak hanya bawang, cabe merah juga ikut naik," jelasnya.***(ado)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar