• Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Curhat Soal Kondisi Jalan yang Rusak

Rakornis Perhubungan se-Provinsi Riau,

Bupati Kampar Curhat Soal Kondisi Jalan yang Rusak

Selasa, 18 Februari 2014 18:17 WIB

SIAKHULU - Pejabat (Pj) Gubernur Riau Djohermansyah Djohan, membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perhubungan se-Provinsi Riau di Labersa Hotel, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (18/2/14) pagi, ditemani Bupati Kampar Jefry Noer dan Kepala Dinas Perhubungan Riau Adizar. 

Dalam sambutannya, Djoherman berharap lewat rakornis itu sistem perhubungan di Riau bisa lebih baik. “Saya juga berharap Dishub Riau sering-sering berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan,” Djohermansyah berharap. 

Sebagai tuan rumah, Jefry Noer berharap rakornis itu menghasilkan rekomendasi bermanfaat untuk kemajuan sistem perhubungan di Kampar. 

Dalam ramah tamah Senin malam, Jefry mengurai betapa masih banyaknya jalan-jalan rusak di Kampar. “Makanya saya punya harapan besar dari rakornis ini. Biar tidak sekadar menghabiskan duit dan waktu,” tegasnya. 

Kata Jefry, banyak pekerjaan rumah Dinas Perhubungan yang harus diselesaikan. Khususnya soal kualitas jalan dan jembatan. Muaranya adalah persoalan tonase kendaraan. Selama tonase kendaraan tak sesuai dengan kualitas jalan, maka akan selamanya jalan-jalan di Riau termasuk Kampar akan rusak parah. 

“Kalau ada waktu, saya ingin mengajak Pak Kadishub Riau jalan-jalan ke wilayah Kota Garo, di Tapung Hilir. Di sana jalannya masih rusak parah. Walau sudah diperbaiki, tetap saja rusak,” katanya. 

Makanya dalam rakornis itu, yang paling ditekankan Bupati adalah cara agar semua elemen tegas soal kelaikan jalan kendaraan atau KIR. “Selagi kita tidak tegas dengan KIR ini, maka akan selamanya jalan-jalan kita rusak parah. Sebab itu tadi, Kir dan tonase muatan kendaraan tak sesuai,” katanya. 

Biar urusan KIR ini tuntas, Jefry menyarankan supaya Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten/kota membikin Perda soal kendaraan yang melintas di jalan raya dengan tonase lebih. “Denda untuk kendaraan seperti ini gimana? Tolong kami diajak apabila ada kebijakan yang dibikin. Supaya semuanya sinkron,” ujar Jefry. 

Ada satu hal yang selalu mengganggu pikiran Jefry, saat jalan raya di Kampar rusak, tapi jalan itu adalah jalan provinsi atau Negara. “Kami ingin sekali secepatnya memperbaiki jalan itu. Tapi gimana dengan regulasinya? Sebab jalan itu adalah domainnya Provinsi atau Pusat,” katanya. 

Kadis Perhubungan dan Informasi Komunikasi (Kadishubinfokom) Kampar Amin Filda mengaku bahwa apa yang dikatakan Jefry tadi adalah kendala mereka di lapangan. Meski begitu, Dishub Kampar akan terus membikin terobosan agar sistem perhubungan semakin baik. 

Salah satu yang sudah dilakukan adalah membikin portal pembatasan tonase di jalan-jalan tertentu. Salah satunya di jembatan Datuk Tabano, yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dan Kecamatan Bangkinang. 

“Mudah-mudahan di rakornis ini, muncul gagasan dan rekomendasi baru yang bisa dilakukan bersama. Sebab kesepahaman soal sistem perhubungan sangat penting. Biar apa-apa yang kita lakukan di lapangan tidak menyalahi aturan,” katanya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar