• Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Bantu Korban Banjir di Tarai Bangun
  • Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Bantu Korban Banjir di Tarai Bangun

Bupati Kampar Bantu Korban Banjir di Tarai Bangun

Jumat, 27 Desember 2013 12:47 WIB

TAMBANG - Meski libur kerja, Bupati Kampar Jefry Noer tetap saja pergi menyambangi warganya. Rabu (25/12/13) siang, Jefry yang ditemani Wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana mengantar bantuan beras dan mie instan untuk korban banjir di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. 

Camat Tambang Rahmat, turut serta bersama Jefry dan Eva membagikan 7 ton beras dan 68 kardus mie instan. Sebelum bantuan itu diserahkan, sejumlah unek-unek Jefry tumpah di sana. Jefry menyentil keberadaan Kepala Desa Tarai Bangun Kamiruddin yang tak menampakkan batang hidungnya di pembagian bantuan itu. 

“Saya ndak habis pikir dengan Kades Tarai Bangun ini. Beberapa kali saya datang kemari, dia tak pernah ada. Gimana mau mengurus masyarakat kalau sudah seperti ini? Saya saja, meski libur kerja, datang kemari,” kata Jefry kesal. 

Jefry makin kesal saat mendengar kalau honor RT dan RW belum dibayarkan. “Ini sudah nggak bener ini. Saya memang sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat. Jadi saya pikir, sudah perlu kades semacam ini dinonaktifkan. Tak hanya Kades Tarai Bangun. Tapi juga kades lain. Mana-mana saja kades yang tak perduli dengan masyarakatnya, lebih baik dinonaktifkan saja,” ujar Jefry. 

Soal Desa Tarai Bangun yang padat penduduk, Jefry minta supaya masyarakat rajin melaporkan apa-apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat desa. Rahmat juga diminta untuk memberikan perhatian ekstra ke Desa Tarai Bangun. Mulai soal pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan. 

“Saya tak bisa langsung tahu tentang apa-apa saja kebutuhan desa ini. Sebab saya tak terus-terusan ke sini. Jadi, tolong informasikan. Bisa saja lewat camat keluhan-keluhan itu disampaikan. Nanti keluhan itu segera kita tindak lanjuti,” katanya. 

Jefry membeberkan kepada warga yang berkerumun bahwa Pemkab Kampar sudah menggratiskan biaya pendidikan dari SD hingga SMA. Puskesmas juga sudah buka 24 jam. Terus tahun ini ada pula pembagian 32 ribu paket perlengkapan sekolah gratis. Mulai dari pakaian sekolah, hingga tas dan sepatu. 

“Kita memberikan kwalitas terbaik kepada anak-anak kita yang tak mampu. Makanya, kita sangat selektif membagikan paket itu. jangan sampai yang tak berhak malah yang mendapat,” ujarnya. 

Sebagai desa padat penduduk dan berbatasan dengan Kota Pekanbaru, Jefry minta supaya masyarakat benar-benar mengaktifkan siskamling dan gotong-royong. Lalu dia juga mewanti-wanti semua orang tua untuk menjaga anak-anaknya dari pengaruh narkoba. 

“Kalau ada yang sudah kadung kena, segera laporkan, biar kita rehabilitasi,” pintanya. 

Terakhir, Jefry mengingatkan developer-developer yang ada di wilayah Kampar untuk jujur kepada masyarakat yang membeli rumah. 

“Berikanlah rumah yang baik, bebas banjir, dan punya fasilitas umum dan social. Sebab syarat dasar perumahan ya seperti itu. kalau ada developer yang tidak mematuhi syarat itu, tidak usah membangun perumahan. Sebab yang terkena dampak nanti tetap saja masyarakat. Contohnya ya masyarakat perumahan Bintungan ini yang kemarin dihajar banjir,” katanya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar