• Home
  • Sosial
  • Bupati Kuansing Ajak Sukseskan Pemilu dan Stop PETI

Bupati Kuansing Ajak Sukseskan Pemilu dan Stop PETI

Kamis, 13 Februari 2014 09:26 WIB

TELUK KUANTAN - Bupati Kuansing menyerukan kepada seluruh warga Kuansing agar mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2014, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

Seruan itu disampaikan Bupati Kuansing, Sukarmis saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan di Benai, Rabu (12/2/2014) kemarin.

Kata Sukarmis, untuk menindaklanjuti imbauan Presiden SBY saat Rapat Koordinasi Pemantapan Pemilu di Jakarta belum lma ini, seluruh bupati diminta menyampaikannya kepada seluruh masyarakat di daerah.

"Bapak Presiden minta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka mensukseskan pelaksanaan pileg dan pilpres," Ungkap Sukarmis.

Lanjutnya, keikutsertaan msyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu nanti, sudah merupakan peran penting masyarakat dalam mensukseskan Pemilu.

"Siapapun yang dipilih itu terserah masyarakat, asalkan pilihannya sesuai dengan hati nurani," jelas Bupati Sukarmis.

Sementara itu pada hari itu juga, saat pembukaan Musrenbang di Kecamatan Pangean, Bupati Sukarmis, selain menyampaikan masalah pembangunan, Ia juga berbicara soal pemberantasan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuansing.

"Saya berharap kepada seluruh warga Pangean dan Kuansing umumnya untuk segera menghentikan aktifitas PETI," tegasnya.

Sebab kata Bupati, berdasarkan analisa Dinas Kesehatan, kondisi air sungai Kuantan serta ikan sudah tidak layak konsumsi lagi. Hal itu akibat air yang sudah tercemar,karena tambang emas ileggal ditambah dengan campuran merkuri.

Sekarang ini kata Bupati, Pemerintah Kuansing sudah berkomitmen dengan Polda Riau, Danrem serta aparat hukum lainnya untuk melakukan pemberantasan secara menyeluruh.

Bahkan setakat ini, Pihak kepolisian sudah mengantongi nama-nama pemilik PETI di Kuansing. Oleh Karena itu,sebelum operasi dimulai pelaku PETI agar segera berhenti.

"Nanti pekerja PETI akan jadi saksi, siapa pemiliknya, dan yang akan di tankap lebih awal tentu pemiliknya," kata Sukarmis. Selain itu kata Bupati, proses hukum bagi pelaku PETI akan dilakukan di Pekanbaru.***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar