Bupati Siak Syamsuar Hadiri Panen Raya di Bungaraya
Selasa, 17 Desember 2013 21:57 WIB
BUNGARAYA - Bupati Siak Drs H. Syamsuar MSi melakukan panen raya sekaligus lounching beras produk asli Bungaraya, yang dipusatkan di area persawahan Desa Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Selasa (17/12/13).
Lounching beras Bungaraya yang dilakukan Bupati tersebut diberi merk "Jembatan Siak" yang diproduksi oleh Rice Melling Bungaraya Indah. Dalam kesempatan yang sama juga diserahkan sejumlah bantuan dari pemerintah kabupaten Siak.
Diantaranya alat kesenian kepada Pusat Latihan Kesenian Kecamatan Bungaraya, alat perbengkelan serta mesin jahit listrik kepada wirausaha di kecamatan Bungaraya.
Bupati Siak Drs H Syamsuar mengharapkan partisipasi pengusaha lokal dalam menyerap hasil produksi padi di kecamatan Bungaraya. Karena menurutnya hal ini secara langsung dapat meningkatkan pendapatan para petani sekaligus dapat memenuhi kebutuhan pangan di kabupaten Siak. Hal ini diungkapkannya menanggapi persoalan yang dialami oleh petani dalam hal pemasaran padi dan beras.
Dalam sambutannya ia juga mengungkapkan perekonomian kabupaten Siak ditopang oleh sektor pertanian. Berperan dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 36.36 persen dan berkontribusi sebesar 31.09 persen dari total PDRB kabupaten Siak.
Persoalan multidimensi untuk memenuhi permintaan komoditas pangan khususnya padi, berusaha diatasi pemerintah dengan terus meningkatkan produksi padi melalui berbagai inovasi teknologi pada berbagai aspek usaha tani.
Namun demikian, Syamsuar menjelaskan meskipun telah terjadi peningkatan produksi dari 2011 hingga 2013, akan tetapi hal itu belum bisa mengatasi kekurangan pangan di kabupaten Siak secara umum. Dari data Dinas terkait, saat ini Siak masih kekurangan pangan sekitar 20.338 Ton beras.
Dengan semakin besarnya produksi padi, Syamsuar berharap ada pihak yang menfasilitasi petani untuk menjual hasil produksi gabah. Karena kanyataannya bahwa gabah petani saat ini cendrung dibeli secara lebih banyak oleh pengusaha dari luar kabupaten Siak.
Untuk itu, agar produksi padi dikabupaten Siak tidak dibawa keluar, dan gabah dapat diolah menjadi beras Siak, maka pemerintah kabupaten Siak melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura beberapa waktu lalu telah menfasilitasi temu usaha bidang pertanian dengan tujuan untuk mencari solusi tentang kemitraan yang sesuai antara berbagai pelaku usaha.
Seperti pengusaha penggilingan padi, distributor/pedagang beras, koperasi, dan BUMD untuk membantu para petani/kelompok tani agar bisa memproduksi gabah sampai pengolahan menjadi beras Siak.
"Temu usaha kemitraan ini saya harapkan dapat memberikan jalan keluar terhadap tata niaga produksi beras di kabupaten Siak berkaitan dengan cara mengatasi penjualan gabah petani," ungkap Syamsuar.
Bupati juga menyikapi persoalan dan keluhan masyarakat mengenai hasil produksi yang belum bisa dipasarkan secara baik. "Kita ingin produksi kita ini untuk kita nikmati sendiri," ungkap Bupati.
Namun menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk membeli dan memasarkan hasil produksi padi. Yang dibenarkan untuk itu adalah BUMD. Syamsuar berharap, hasil produksi padi Bungaraya bisa diserap oleh pengusahan lokal, dan dipasarkan untuk kebutuhan lokal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Siak Ir Hj Rubiati mengatakan berdasarkan data yang dimiliki saat ini, produksi padi Bungaraya terus mencapai peningkatan dari tahun 2011 hingga 2013.
Dapat dilihat, luas tanam 2013 mencapai 9000 Ha lebih jika dibandingkan 2011 yang berkisar sekitar 7000 Ha lebih. Sedangkan luas panen 2013 mencapai lebih 8000 Ha dibandingkan luas panen 2011 yang berkisar 6000 Ha lebih.
Rubiati mengungkapkan bahwa target kedepannya adalah tidak hanya meningkatkan hasil produksi padi, akan tetapi juga lebih menekankan peningkatan hasil produksi beras. Sehingga hal ini secara langsung dapat meningkatkan pendapatan para petani.
Ketua Gapoktan Sumber Rejeki Sukarno mengharapkan pemerintah kabupaten Siak bisa memberikan solusi terhadap hasil produksi padi, dengan kata lain pemerintah bisa mengakomodir hasil panen sehingga produksi padi Bungaraya belum bisa dijual ke pasar lokal.
Akan tetapi menurutnya segala keluhan dan permasalahan selama ini disampaikan kepada pemerintah kabupaten Siak, akan tetapi hasil padi lebih diserap dan dibeli oleh pengusahan luar seperti dari Medan dan Rokan Hilir.
Sukarno mengharapkan agar produksi padi Bungaraya bisa dinikmati masyarakat kabupaten Siak. Sementara itu ditambahkannya saat ini para petani masih kekurangan alat pengering padi.
Ikut serta menghadiri acara tersebut Kajari Siak Zainul Arifin, Anggota DPRD Siak, Kadis Tanaman pangan dan holtikulturan Ir H Rubiati dan sejumlah kepala dinas & instansi dilingkup pemerintah kabupaten Siak, Camat Bungaraya Dicky Sofyan, anggota Gapoktan Sumber Rejekin desa Bungaraya dan sejumlah masyarakat.***(humas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

