• Home
  • Sosial
  • Dinas Perikanan Riau Tabur Benih Ikan di Pulau Birandang

Dinas Perikanan Riau Tabur Benih Ikan di Pulau Birandang

Jumat, 03 Oktober 2014 11:26 WIB

KAMPAR TIMUR - Untuk memulihkan  perairan darat sekaligus  pengembangan sumber daya ikan, Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi Riau menaburkan 65 ribu benih ikan baung di Lubuk Larangan Sasapan dua di Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Kamis (2/10).

Penebaran benih ikan ini juga Kadis Perikanan dan Kelautan Riau Suryamaulana yang diwakili oleh Kabid Tangkap Ir Sabaruddin dan Kasi Penataan Sumber Daya Ikan Ir  Darmadeli Asmara.

Dari Kampar juga dihadiri oleh Kadis Perikanan Kampar Usman Amin diwakili Kabid Tangkap Zulfahmi, Camat Kampar Timur Drs Syamsuriansah, Kades Pulau Birandang Darlisman serta masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani perikanan.

Kabid Tangkap Dinas Perikanan Riau Ir Sabaruddin menjelaskan, penebaran benih ikan ini merupakan program dari Pemrov Riau untuk mengembangkan perikanan mayarakat, selain itu juga program pemulihan sumber daya pemulihan (restoking).

Selama ini pemahaman di masyarakat perairan umum darat hanyalah sungai, padahal yang disebut perairan darat tidak hanya sungai, namun juga bisa danau, rawa, yang ada aktifitas perikanan di dalamnya. "Untuk tahun 2014, program ini kami laksanakan di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi," ujarnya. 

Pemilihan ini juga didasarkan kearifan lokal yang ada, misalnya seperti di Kampar ini warga memang sudah dilarang menangkap ikan karena panen akan dilakukan masyarakat secara bersama yang disebut Maawuo atau ikan yang terancam punah, dengan restori.

Sementara itu Camat Kampar Timur Syamsuriansyah dalam sambutannya menjelaskan program yang dilaksanakan Dinas Perikanan Riau ini sangat sesuai dengan program Pemkab Kampar; lima pilar yaitu pada pilar kedua ekonomi kerakyatan.

Diharapkan nantinya benih ikan dapat berkembanng dengan baik dan membantu ekonomi masyarakat. "Untuk itu saya minta warga desa bisa menjaga ikan ikan hingga masa panen tiba," ujarnya. 

Kedepan Syamsuriansyah berharap agar Pemrov Riau lebih banyak melakukan program perikanan di Kampar Timur karena potensi perikanan di daerah ini sangat besar.

Kades Pulau Birandang, Darlisma menjelaskan untuk menjaga ikan di Lubuk Larangan Sasapan dua ini, warga membentuk kelompok tani yang beranggotakan 35 orang.

Selain kelompok tani desa ini juga sudah membuat peraturan desa (perdes) yang mengatur soal penangkapan ikann di danau. "Kalau melanggar ada sanksinya, mulai dari denda hingga dibawa ke jalur hukum," ujarnya.

Ia menjelaskan, Lubuk Larangan awalnya adalah anak Sungai Siak yang membantu mengairi sawah warga desa, lalu pada tahun 1978 dibangunlah bendungan dengan dana  APBN, dan saat ini danau ini mampu mengairi sawah seluas 300 hektar milik warga.

Untuk bidang perikanan, danau ini sudah dua kali dapatkan bantuan dari pemerintah,  pada tahun 2013 ada bantuan bibit dari Dinas Perikanan Kampar sebanyak 35 ribu ekor, dan tahun 2014 dari Provinsi Riau mendapat bibit  65 ribu ekor. "Kalau tidak ada rintangan tahun depan kita panen raya dalam acara Maawuo," ujarnya.***(mcr-adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar