Dinsos Terapkan Dumai Bersih Gepeng di 2014
Jumat, 27 Desember 2013 14:20 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial setempat pada 2014 akan menerapkan Program Dumai Bersih gepeng, pengemis, orang gila, anak punk dan lainnya.
"Setelah dilakukan evaluasi dari data sebelumnya, maka pada 2014 Dumai tidak akan ada lagi diwarnai kehadiran gepeng, orang gila, punk di tengah masyarakat," kata Darmawan, Kepala Dinas Sosial Dumai, Jumat (27/12/13).
Program Dumai bersih gepeng dan lainnya sesuai evaluasi yang dilakukan. Karena menurut dia, kasus yang ditanggani Dinsos selama 2013 sebanyak 57 orang gila dan yang ditangkap dan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru.
Sedangkan untuk gepeng, pengemis dan anak punk ada sekitar ratusan telah ditangkap lalu dikembalikan ke kampung halaman rata-rata berasal dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Rokan Hilir, Jawa dan Dumai.
"Dari hasil tersebut tentu ke depan diminamilisir agar Dumai tidak ada gepeng dan lainnya. Biasanya untuk proses penangkapan dan pemulangan memerlukan biaya yang cukup besar mulai dari transportasi, makan dan uang saku," jelasnya.
Oleh karena itu katanya, Dinsos pada 2014 mengajukan tambahan anggaran, namun belum tahu berapa besarannya. Selain itu, ujarnya langkah jitu yang nantinya diterapkan setiap kali ada gepeng yang masuk ke Dumai lalu meminta-minta di perempatan lampu merah maka dengan siggap akan langsung ditangkap untuk dibawa ke rumah Singgah Dinsos guna diproses lalu dipulangkan ke tempat asalnya.
"Nantinya setiap hari petugas Dinsos akan selalu memantau ke lapangan. Bahkan nantinya akan menjalin kerja sama dengan Satpol PP. Terkait Rumah Singgah, Insya Allah akhir Desember 2013 akan dilakukan peresmian karena sudah selesai proses pembangunan 100 persen menggunakan anggaran APBD Rp400 juta," katanya.***(die)
"Setelah dilakukan evaluasi dari data sebelumnya, maka pada 2014 Dumai tidak akan ada lagi diwarnai kehadiran gepeng, orang gila, punk di tengah masyarakat," kata Darmawan, Kepala Dinas Sosial Dumai, Jumat (27/12/13).
Program Dumai bersih gepeng dan lainnya sesuai evaluasi yang dilakukan. Karena menurut dia, kasus yang ditanggani Dinsos selama 2013 sebanyak 57 orang gila dan yang ditangkap dan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru.
Sedangkan untuk gepeng, pengemis dan anak punk ada sekitar ratusan telah ditangkap lalu dikembalikan ke kampung halaman rata-rata berasal dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Rokan Hilir, Jawa dan Dumai.
"Dari hasil tersebut tentu ke depan diminamilisir agar Dumai tidak ada gepeng dan lainnya. Biasanya untuk proses penangkapan dan pemulangan memerlukan biaya yang cukup besar mulai dari transportasi, makan dan uang saku," jelasnya.
Oleh karena itu katanya, Dinsos pada 2014 mengajukan tambahan anggaran, namun belum tahu berapa besarannya. Selain itu, ujarnya langkah jitu yang nantinya diterapkan setiap kali ada gepeng yang masuk ke Dumai lalu meminta-minta di perempatan lampu merah maka dengan siggap akan langsung ditangkap untuk dibawa ke rumah Singgah Dinsos guna diproses lalu dipulangkan ke tempat asalnya.
"Nantinya setiap hari petugas Dinsos akan selalu memantau ke lapangan. Bahkan nantinya akan menjalin kerja sama dengan Satpol PP. Terkait Rumah Singgah, Insya Allah akhir Desember 2013 akan dilakukan peresmian karena sudah selesai proses pembangunan 100 persen menggunakan anggaran APBD Rp400 juta," katanya.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

