• Home
  • Sosial
  • Disbun Kuansing Bantu 100 Ribu Bibit Karet Unggul

Disbun Kuansing Bantu 100 Ribu Bibit Karet Unggul

Kamis, 06 Maret 2014 10:41 WIB

TELUK KUANTAN - Dalam rangka membantu perekonomian warga Kuantan Singingi, Dinas Perkebunan akan segera menyalurkan bantuan 100 ribu batang pohon karet sebagai program komoditi unggulan tahun 2014.

"Pohon karet tersebut akan diserahkan kepada kelompok tani yang telah mengusulkan permohonan dan melengkapi persyaratan yang ditetapkan, program ini untuk lahan seluas 200 hektar yang berada di sejumlah kecamatan se- kabupaten kuantan Singingi," kata Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kuansing, Wariman, Rabu kemarin.

Dikatakannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuansing terus menggalakkan program tepat sasaran dalam rangka membantu ekonomi masyarakat. Pada tahun 2014, pihak Dinas Perkebunan akan memberikan bantuan mencapai 100 ribu batang bibit karet berkualitas untuk petani yang tersebar di sejumlah desa.

Melalui bantuan ini pihak Dinas Perkebunan berharap hendaknya petani benar- benar dapat memanfaatkan dan menanam bibit karet ini dengan baik sehingga beberapa tahun kedepan akan menghasilkan getah yang berkualitas untuk membantu ekonomi keluarga.

Akan tetapi bantuan itu bukan untuk memanjakan para petani tetapi bentuk kepedulian pemerintah. " Selain itu Dinas Perkebunan Kuansing juga memberikan bantuan pupuk," sebutnya.

Menurut Wariman, pada tahun 2014 ini Pemerintah Daerah Kuansing melaksanakan program " Bongkar Bersih" dimana program ini sangat cocok untuk membantu petani. Hal ini mengingat sering terjadinya fluktuasi harga karet selama ini di tengah masyarakat sehingga melalui program ini akan membantu peningkatan kualitas karet petani. Selain itu diharapkan harga karet petani dapat menjangkau harga standar nasional.

"Jika harga karet petani sudah setara dengan harga nasional dan Internasional yang saat ini sudah mencapai Rp15.000 per kg nya, maka seluruh petani karet di Kuantan Singingi akan sejahtera," tegasnya.

Diakuinya bahwa harga karet petani kuansing sulit untuk mencapai harga nasional itu, tetapi setidaknya mendekati harga itu sehingga para petani karet tidak beralih fungsi usaha yang justru bisa mengganggu ekonomi warga. Karena usaha karet sudah dilakukan secara turun temurun dan para petani sudah memiliki ilmu dan pengalaman, jika dialihakn ke usaha lain tentunya akan memulai dari nol.

"Bantuan pemerintah daerah berupa bibit karet unggul dalam rangka membantu kulaitas karet lokal, kedepan tentunya hasilnya akan lebih baik jika para petani melakukan usaha optimal," ucapnya. ***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar