Distamben Bengkalis Gelar Seminar Potensi Migas untuk Kemakmuran Rakyat
Rabu, 25 September 2013 15:27 WIB
BENGKALIS, RIAUHEADLINE.COM- Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bengkalis, Rabu (25/9/13) di aula Pantai Marina Hotel Bengkalis, menggelar kegiatan Seminar Sehari mengenai Potensi Migas di Kabupaten Bengkalis tahun 2013. Seminar yang diikuti perwakilan seluruh SKPD lingkup Pemkab Bengkalis, para Camat, perguruan tinggi dan pegawai BUMD Bengkalis itu, dibuka langsung Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno.
Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno saat membuka seminar yang mengangkat tema Peran Sektor Migas Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bengkalis, dalam sambutan dan pengarahannya sangat menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini. Dia berharap melalui seminar ini potensi Migas dapat digali dan dikembangkan bagi kepentingan masyarakat.
“Minyak dan gas bumi merupakan kebutuhan hidup masyarakat banyak. Untuk itu, sudah semestinya potensi minyak di daerah ini terus digali dan dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat,” kata Suayatno.
Dalam kesempatan tersebut, Suayatno juga sempat menyinggung semakin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia dan di Kabupaten Bengkalis khususnya berbanding cadangan minyak dunia yang juga semakin menipis. Diakuinya juga, kendati sebagai daerah penghasil minyak terbesar di Riau, namun persoalan ketersediaan minyak selalu saja mengalami kritis dang langka. Lain tak bukan kata Suayatno, jika hal ini disebabkan borosnya penggunaan minyak itu sendiri oleh masyarakat selaku konsumen.
Berkaitan hal tersebut, sesuai perundang-undangan yang mengaturnya, yakni undang-undang tentang Minyak dan Gas Bumi, maka pengelolaannya sudah semestinya dilakukan secara maksimal, termasuk upaya-upaya yang dilakukan agar penggunaan minyak dan gas bumi dapat dilakukan penghematan.
“Sesuai informasi bahwa eksploitasi minyak diperkirakan tahun 2021 akan habis di Bengkalis. Pasca ketiadaan minyak ini perlu disikapi dengan bijak. Kita juga butuh persiapan dan banyak hal yang harus disiapkan bagi mengatasi masalah ini,” katanya lagi.
Secara terpisah, Sekretaris Distamben Bengkalis Benny Alchan didampingi ketua panitia penyelenggara seminar, Zulpan menyebutkan, bahwa kegiatan seminar mengenai potensi Migas di Kabupaten Bengkalis ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Selain itu juga membuka wacana pentingnya Migas di masa mendatang.
“Seminar ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi Migas yang ada di Kabupaten Bengkalis, termasuk berapa besar Dana Bagi Hasil Migas sesuai hasil penghitungan lifting miyak,” sebut Benny Alchan sembari mengatakan jika potensi-potensi Migas yang ada, kedepan dapat lebih dioptimalkan dan dimanfaatkan demi kemakmuran masyarakat.
Semntara itu Zulpan selaku panitia penyelenggara menambahkan, dalam seminar yang jauh-jauh hari telah direncanakan ini, pihaknya sengaja mendatangkan sejumlah narasumber yang tergolong pakar dan ahli dalam perminyakan. Diantara narasumber itu antara lain Dirjen Migas Kementerian ESDM Siwi Pamungkas, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Bahari Abas, dan PGPA Duri Pekasap PT Chevron Pacifik Indonesia Iwan Azoh.***(mar)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

