Ditanya Jumlah ISPA, Kadiskes Meranti Mengaku Tidak Tahu
Sabtu, 22 Februari 2014 18:23 WIB
SELATPANJANG - Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti dr Irwan Suwandi mengaku tidak tahu berapa jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di wilayah Kepulauan Meranti. Hal ini disebabkan oleh belum adanya laporan dari bawahannya terkait warga yang terserang ISPA.
Demikian disampaikan Irwan Suwandi ketika dihubungi wartawan, Jumat (21/2/2014). Kata Irwan Suwandi, Ia hanya bisa menyampaikan bahwa untuk ISPA ada kenaikan yang signifikan. "Untuk jumlah kasus saya belum tahu," ungkapnya kepada wartawan.
Ditambahkan Irwan lagi, setiap tahunnya ada 10 penyakit yang sering diderita masyarakat, salah satunya ISPA. Ia mengatakan juga untuk saat ini kondisi udara di Kepulauan Meranti, khususnya kota Selatpanjang sangat sehat.
Namun dr Irwan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap membatasi keluar rumah, terutama pada malam hari. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat mengurangi aktifitas di luar rumah. Sehingga tidak menjadi pemicu terkena ISPA," sebutnya.
Sementara itu Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) dr Ria mengaku mereka merekap setiap hari. Khusus tanggal 20 februari lalu terdapat 46 kasus. "Kalau selama tahun 2014 saya tidak pegang laporan, namun dari tanggal 7 sampai 20 februari ada seratus lebih kasus ISPA," ujarnya.
Dewan Pertanyakan Kinerja Diskes Meranti
Sekretaris Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Edi Amin SPdI, mempertanyakan soal penyataan Kepala Dinas Kesehatan Meranti, dr Irwan Suwandi, baru-baru ini yang menyatakan di Meranti tidak ada penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Padahal, dari data Diskes Provinsi Riau beberapa waktu lalu, kasus ISPA di Meranti ada 164 kasus.
"Kita belum tau persis persoalan ini (ISPA, red), mana satu yang betulnya. Kalau memang dikatakan Diskes kabupaten kita tidak ada, kok Diskes Provinsi Riau mengatakan ada pula. Ini perlu dipertanyakan," ujar Edi Amin kepada wartawan, Jumat (21/2/2014).
Ditambahkan Edi lagi, jika memang Diskes Provinsi Riau punya data ternyata valid, maka pihaknya meminta adanya klarifikasi dari Diskes Meranti. Dan begitu juga sebaliknya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
Untuk itu, kata Edi pula, Komisi III minta Diskes Meranti juga berkoordinasi dengan Diskes Provinsi Riau apakah data dari provinsi itu valid adanya atau tidak.
"Jangan sampai hal ini jadi persoalan serius dan informasi yang diterima publik (masyarakat, red) simpang siur," tegas politisi PKS Kepulauan Meranti ini.
Dalam pemberitaan sebelumnya di beberapa media lokal beberapa hari lalu, Kadiskes Kepulauan Meranti, dr Irwan Suwandi, ketika ditanya soal ISPA atas kejadian karhutla, di kantornya kemarin menyatakan bahwa tidak ada warga Meranti yang terkena ISPA, dan kondisi udara di Meranti sendiri tergolong tingkat biasa alias masih sehat.
Hal ini tentunya bertolak-belakang dengan pernyataan dari Diskes Provinsi Riau. Bagaimana tidak, berdasarkan Diskes Riau (sesuai pemberitaan, red), di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 164 kasus ISPA.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

