Sepekan Dilaporkan Tujuh Gajah Mati, Kinerja WWF Riau Mulai Dipertanyakan
Sabtu, 22 Februari 2014 18:27 WIB
PEKANBARU - Banyak orang bilang, seidealisme apapun seseorang, kalau sudah masuk Riau, akan luntur. Ternyata juga mulai menjalari tubuh WWF (World Wildlife Fund) Riau, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang selama ini dinilai menjunjung tinggi idealisme dalam menyoroti dan mengawasi lingkungan hidup.
Mulai dicurigainya 'main mata' WWF Riau ini stakeholder lingkingan, terungkap dari ekspose penemuan tujuh gajah mati di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Basrah, dimana dari tujuh gajah mati tersebut, empat diantaranya ditemukan WWF sepekan sebelumnya, namun baru dilaporkan Jumat (21/2/2014) sore dan serentak dengan penemuan terakhir.
'Seharusnya, pada saat ditemukan gajah mati, WWF langsung melapor ke Polres, bukan seminggu setelah itu. Apalagi setelah penemuan itu WWF diam saja, dan ekspose pun diberikan oleh Polres Pelalawan. Jadi WWF di Riau ada apa? Ini perlu kita pertanyakan,' ujar Direktur Badan Advokasi Publik, Rawa El Amady kepada GoRiau.com, Sabtu (22/2/2014).
Menurut Rawa, masyarakat jangan mudah percaya dengan janji-janji pihak manapun yang ingin memperjuangkan ataupun mengawasi lingkungan, tapi masyarakat harus lihat aktifitas mereka di lapangan.
'Saya sendiri mempetanyakan ini. Kenapa WWF baru melapor ke Polres sepekan setelah penemuan pertama. Dan ekspose ke masyarakat pun diberikan oleh pihak Polres. Tapi itu hak mereka, kita hanya bisa mempertanyakan,' jelasnya.
Sementara itu, Humas WWF Riau, Syamsidar yang dikonfirmasi melalui telepon tidak mengangkat. Beberapa kali dicoba dihubungi melalui telpon 08126896xxx tidak ada jawaban.
Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh ekor gajah ditemukan mati di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah, Kabupaten Pelalawan. Dugaan sementara kematian ke 7 ekor gajah tersebut karena sengaja diracun oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dugaan lain juga muncul, gajah-gajah tersebut sengaja diburu untuk diambil gadingnya.
"Jumat kemarin (21/2/2014) sekitar pukul 16.00 WIB telah diperoleh informasi dari petugas WWF atas nama Syam (45). Dari informasi itu beberapa waktu Sabtu (15/2/2014) telah ditemukan 2 ekor gajah jantan dalam keadaan mati yang berada di dalam wilayah konsesi PT RAPP, Sektor Basrah," ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Suprijadi melalui Kasubag Humas Polres Pelalawan AKP. Lumban G Toruan, Sabtu (22/2/2014).
Lebih lanjut Lumban menyebutkan, dari TNTN, BKSDA dan WWF pada Minggu lalu (16/2/2014) juga berhasil menemukan lagi 4 ekor gajah mati yang kondisinya hanya tinggal tulang belulang saja.
"Dan pada Jumat kemarin (21/2/2014) ditemukan lagi 1 bangkai gajah yang sudah menjadi tulang. Jadi di dapat rincian 7 ekor bangkai gajah, diantaranya 1 ekor betina dan 6 ekor jantan," sebutnya.
Diuraikan Lumban, diperkirakan 1 ekor betina umur 30 tahun, 6 ekor jantan umur 1,5 tahun, sedangkan gadingnya sudah tidak ada lagi (hilang).
"Saat ini bangkai gajah yang sudah menjadi tulang belulang tersebut sudah di amankan oleh pihah BKSDA. Diperkirakan gajah tersebut mati karena di racun," jelasnya.
Lumban menambahkan, kematian gajah tersebut saat ini di tangani oleh Penyidik Dinas Kehutanan Kabupaten Pelalawan. Dan tindakan Kepolisian membantu penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.***(grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

