• Home
  • Sosial
  • Dua Polisi Diduga Mabuk Rusak Rumah Warga Rohul

Dua Polisi Diduga Mabuk Rusak Rumah Warga Rohul

Senin, 16 Desember 2013 13:55 WIB

ROKAN HULU - Dua oknum anggota Polres Rokan Hulu diduga mabuk diduga merusak rumah pasangan Ibrahim (40) dan Kasiani (31) di Jalan Lingkar Pasar Senin, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Ahad (15/12/2013) subuh sekitar pukul 03.30 WIB.

Dua oknum anggota Polres Rohul yakni berinisial N dan R. Saat diduga merusak rumah Ibrahim, keduanya diduga sedang mabuk. Akibat kejadian subuh tadi, pintu rumah korban jebol dan menyebabkan keluarga itu ketakutan.

Bukan itu saja, akibat kejadian subuh tadi, Pasutri itu mengaku trauma, apalagi Ibrahim yang tidak mengetahui apa penyebabnya mengakui sempat dipukul wajahnya beberapa kali oleh kedua oknum aparat itu.

Ibrahim mengungkapkan, kejadian itu terjadi saat dia dan istri, serta anak-anaknya sedang terlelap. Saat terjaga, dia melihat cahaya di kolong rumahnya. Karena curiga, dia membuka pintu dan menanyakan kepada dua orang yang diketahui aparat masuk ke kolong rumahnya yang agak tinggi dari tanah.

Tanpa menjawab panjang lebar, kedua oknum polisi tersebut, ungkap Ibrahim, langsung memukulinya dirinya tanpa sebab. Belum mersa puas, keduanya malah menendang pintu rumahnya yang terbuat dari material kayu sampai jebol.

Bukan itu saja, tambah Ibrahim, keduanya juga melempar rumahnya dengan batu. "Setelah kejadian, bukan saya dan istri saja yang ketakutan, anak-anak saya juga ketakutan. Kami tidak tahu lagi mau minta tolong kemana, makanya sampai tadi pagi kami tidak tidur, takut mereka datang lagi," jelas bapak enam orang anak itu.

Dari rumahnya, Ibrahim yang berprofesi sebagai tukang sadap karet milik warga tersebut melaporkan kejadian ke Polres Rohul dengan membawa beberapa barang bukti seperti pintu kayu yang sudah jebol, batu, dan beberapa barang bukti lain.

Pasca laporan Ibrahim, anggota Provos Polres Rohul sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendokumentasikan rumah korban yang rusak.

Melalui selulernya, Kapolres Rohul AKBP H. Onny Trimurti Nugroho, membenarkan kejadian tersebut. Diakuinya, dia sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. "Kita sudah menerima laporan itu, nanti akan kita proses," jelas Kapolres Rohul kepada wartawan.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar