• Home
  • Sosial
  • Fasilitas Umum Sedot APBD Siak Rp40 Miliar

Pembangunan Tahap Awal Gedung Daerah Siak,

Fasilitas Umum Sedot APBD Siak Rp40 Miliar

Rabu, 04 Juni 2014 18:29 WIB

SIAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak 2014, melalui Dinas Bina Marga dan Perairan (BMP), Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (CKTR), dan Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Siak, membangun berbagai infrastruktur. 

Empat di antaranya adalah Gedung Daerah dengan fasilitas umum senilai Rp40 miliar, pembangunan turap pasar lama project Waterfront City senilai Rp28,6 miliar, pengembangan kantor Bupati Siak senilai Rp9,8 miliar, pembangunan asrama haji senilai Rp7 miliar.

Pembangunan tersebut tahun ini baru tahap 1 atau tahap awal dan selesai pada 2016 mendatang. Untuk pembangunan Gedung Daerah yang dikerjakan PT Hutama Karya (HK) senilai Rp40 miliar selesai 2014 ini sebatas pondasi menggunakan tiang pancang, dan pekerjaan struktur lantai 2 dan lantai 1.

Untuk pembangunan asrama haji senilai Rp7 miliar hanya selesai sehabagian. Pekerjaan pembangunan turap pasar lama, juga nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan anggaran 30 miliar yang dikerjakan PT. Waskita Karya (WK). Pembangunan turap pasar lama ini, merupakan salah satu program dengan konsep penataan kawasan bantaran sungai siak atau yang dikenal dengan istilah water front city.

Diungkapkan Kepala Dinas BMP Siak Irving Kahar Arifin M Eng, bahwa infrastruktur suatu daerah adalah penentu daya saing. Terlebih Siak sendiri adalah daerah yang ditetapkan sebagai pusat budaya melayu, yang tentunya juga sebagai salah satu tujuan wisata yang mana akan banyak kegiatan dan acara-acara yang nantinya berpusat di Siak, sehingga pembangunan Gfedung Daerah ini juga dinilai sangat penting.

"Komplek Gedung Daerah ini nantinya, juga akan dilengkapi dengan bangunan seperti hotel, arena bermain, masjid, jogging track, taman air mancur, lapangan olah raga dan fasilitas umum pada lainnya. Dan seluruh bangunan, akan bernuansa budaya melayu," ujar Irving.

Selain itu, Bupati Siak Syamsuar, berharap nantinya kawasan ini akan menjadi kawasan water front city yang pertama kalinya di Provinsi Riau, dengan berdirinya Plaza Bundar yang berada di tengah kawasan tersebut. 

Dilengkapi dengan dermaga apung, juga tempat bersandarnya perahu-perahu hias masyarakat sehingga diharapkan nantinya mampu menghidupkan kembali sejarah perahu masyarakat yang melayani Kota Siak dengan kawasan wisata sejarah di Benteng Hulu dan Benteng Hilir, Kecamatan Menpura.***(vila)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar