• Home
  • Sosial
  • F-MPMBK Lakukan Pertemuan dengan Komisi VII DPR-RI

F-MPMBK Lakukan Pertemuan dengan Komisi VII DPR-RI

Rabu, 04 Juni 2014 18:28 WIB

JAKARTA - Tidak mendapat hasil yang memuaskan di Kementrian ESDM, Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (F-MPMBK) Rabu sore (4/6/14) akhirnya, melakukan pertemuan dengan Komisi VII DPR-RI.

Pada pertemuan delegasi ini masayarakat kabupaten Pelalawan ini disambut oleh, Sutan Sukanto Tomo selaku anggota DPR-RI komisi VII juga satu-satunya, anggota DPR-RI mewakili Riau. 

Setelah mendengarkan, aspirasi masyrakat Pelalawan dia berjanji akan menghadirkan Metri ESDM Jero Wajik pada tanggal 10 Juni 2014 mendatang di komisi VII.

"Setelah aspirasi masyarakat saya dengar, saya berjanji akan memanggil metri dan dijawalkan pada 10 Juni mendatang. Pada pertemuan nanti kita juga mengundang bapak-bapak semua disini, guna mendudukkan persoalannya," tegas Sutan Sukano memimpin pertemuan juga didampingi Armin Asmin.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan Marwan Ibrahim, sebagai ketua rombongan Forum menuturkan bahwa sebelumnya, masyarakat Pelalawan sudah bertekad bulat untuk merebut pengelolaan blok Kampar oleh PT Medco.

Sebelum keberangkatan ini sebut Marwan, berbagai pertemuan sudah dilakukan oleh masyarakat yang melibat berbagai komponen. "Iya, berbagai pertemuan sudah dilakukan dan membentuk forum. Hasilnya cuma satu. Bertekad bulat merebut blok Kampar," tuturnya

. Jubir F-MPMBK, Zulmizan Assagaf, menyampaikan panjang lebar terkait blok kampar yang dikelola oleh PT Medco. Kurun 30 tahun PT Medco mengelola blok Kampar akan tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap daerah Pelalawan.

Parahnya lagi sebut Zulmizan, masa pengelolaan blok Kampar oleh PT Medco sudah berakhir pada 27 November 2013 lalu. Kemudian diperpanjang masa kontrak untuk 6 bulan dan berakhir juga 27 Mei 2014.

Meskipun sudah, berakhir masa perpanjangan kontrak pertama, ujar Zulmizan tersiar pula kabar kontrak PT Medco diperpanjang lagi enam bulan kedepan. "Nah, massa perpanjangan kontrak kedua ini, belum jelas duduk persoalannya," papar Zulmizan.

Tidak itu saja, produksi penyulingan minyak oleh PT Medco simpang siur. Namun berdasarkan informasi saat ini produksi tersebut sangat minim sekali yakni 1.800 barel perhari. Sebelum-sebelumnya, produksi minyak berkisar 20 hingga 30 ribu barel perhari.

"Kita menduga, ini akal-akal Medco saja tentang minim produksi minyak. Sehingga perusahaan lain tak berminat lagi mengelola blok Kampar. Selain tidak memberikan dampak positif bagi daerah seperti CSR Medco yang tidak jelas," kata Zulmizan.

Bukan itu saja, mereka tidak mau membuat kantor di Kabupaten Pelalawan, hanya secerity-security saja yang ditempatkan di Kabupaten Pelalawan saja. Untuk apa dipertahan jika PT Medco beroperasi di Kabupaten Pelalawan tidak memberikan kontribusi," tandasnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar