Gubri Janji Bangun 916 Unit Rumah untuk Keluarga Miskin
Sabtu, 23 Agustus 2014 13:38 WIB
TELUK KUANTAN - Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun mengatakan, dalam pembahasan APBD Provinsi Riau 2015 mendatang, sejumlah anggaran untuk membantu rakyat miskin telah dimasukkan.
Kata Annas, bantuan untuk rakyat miskin itu meliputi bidang kesehatan, pendidikan bahkan rumah. Untuk Kuansing, lanjut Annas, akan dibangun setidaknya 916 unit rumah layak huni. rumah sebanyak itu akan dibagi untuk 229 desa yang ada di Kuansing.
"Nanti di Kuansing akan dibangun empat rumah per desa. Rumah itu akan diperutukkan bagi masyarakat miskin," kata Annas, saat acara pembukaan Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan kemarin, Kamis(21/8/14).
Lanjut Annas, saat ini masih banyak Penduduk Riau yang hidup miskin, oleh sebab itu perlu di tumpahkan perhatian kepada masyarakat miskin tersebut.
Ditambahkan Annas, untuk pembangunan rumah layak huni itu, pemeriintah provinsi menganggarkannya sebesar Rp70 juta per unit. Rumah itu nantinya betul-betul untuk rakyat yang tak punya rumah.
Bantuan Ini dianggap perlu terang Annas, supaya masyarakat miskin tidak perlu lagi memikirkan tempat tinggalnya dan semata-mata hanya memikirkan kehidupannya sehari-hari.
"Riau duitnya banyak, duit itu harus dialokasikan untuk masyarakat, rakyat harus dibantu karena uang ini uang masyarakat bersama." ujar Annas sambil berseloroh.
Orang Miskin Jangan Dikasih Obat Generik.
Selain bantuan rumah bagi keluarga miskin, Gubri Annas Maamun juga akan mengganti bantuan obat-obatan gratis yang cukup bagus. Kedepan kata Annas, jenis obat-obatan yang selama ini diberikan oleh pihak rumah sakit bagi keluarga kurang mampu adalah obat generik.
"Nanti pasien dari keluarga miskin harus diberi obat-obatan yang lebih bagus, jika perlu obat-obatan dari luar negeri, biar cepat sembuh," janji Annas.
Sebab kata Gubri berusia 74 tahun ini menjelaskan, selama ini pihak rumah sakit hanya memberi pasien yang berobat gratis hanya dengan obat generik. Sehingga hasilnya pun kurang bagus. "Besok tak pakai lagi obat generik, harus nya yang paten," saran Annas. ***(dri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

