Gubri Kumpulkan Pemuka Agama Demi Hindari Konflik SARA
Selasa, 02 Agustus 2016 17:17 WIB
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai khawatir konflik suku, agama, ras, dan antar golongan yang berbau sara kembali mencuat di Bumi Lancang Kuning.
Tak menunggu lama, Pemprov mengympulkan sejumlah tokoh lintas agama di Provinsi Riau untuk berdiskusi khusus tentang upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tersebut.
Gubernur Riau (Gubri), H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pertemuan ini untuk menjaga terjadinya konflik berkelanjutan tentang masalah sara itu. Terutama tentang langkah-langkah antisipasi kejadian yang memicu konflik seperti yang terjadi di Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara.
"Kami harap agar tidak terjadi lagi, terutama di daerah-daerah Riau. Makanya kita kumpulkan para tokoh agama untuk meredam isu-isu yang berbau sara itu," kata Andi Rachman sapaan akrab Gubri, Selasa (2/8/2016).
Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Zulhusni Domo turut mengapresiasi langkah cepat Pemprov Riau dalam mengantisipasi kericuhan seperti yang terjadi di Tanjung Balai, Asahan, Sumatera Utara beberapa hari lalu.
"Kami menyambut baik acara ini. Ketika tokoh agama sudah bersatu, maka umatnya akan bersatu juga. Insya Allah masyarakat dapat hidup aman dan nyaman," kata Zulhusni usai menggelar rapat lintas agama bersama Gubri, Senin (1/8/2016) sore.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tokoh Agama Budha, Tiko Tiradana dari Sangga Sengonagung Indonesia. Dia berharap pertemuan ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkuat toleransi antar beragama.
"Ini menjadi momen yang bagus untuk mempererat toleransi. Kita semua diminta untuk dapat meredam konflik yang acap kali terjadi di masyarakat," katanya.
Menggapi persoalan tersebut, Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Mabes Polri, Drs Martuani Sormin Siregar MSi yang tengah mendampingi tujuh anggota Sespimti Polri Dikreg ke-25 tahun 2016 bertugas di Riau juga menyambut baik langkah cepat yang dilakukan Pemprov Riau.
Karena itu, Martuani berharap kepada kepala daerah di Riau dapat bersinergi dalam meredam isu negatif yang berujung pada konflik antar suku dan agama.
"Semua daerah di Indonesia memiliki wilayah konflik. Namun ketika Bupati, Walikota, Polres dan Dandim bersinergi, maka semua persoalan dapat diantisipasi. Kejadian di Tanjung Balai dapat kita jadikan pelajaran, tinggal bagaimana cara kita mengelola konflik itu," singkatnya.
(rdk/frc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Terlibat Narkoba, Polisi Tangkap Seorang ASN Pemprov Riau di Jakarta
-
Sosial
Gubernur Riau Teken MoU Bersama Badan Restorasi Gambut
-
Lingkungan
Riau Contoh Terbaik Dunia untuk Restorasi Gambut
-
Sosial
Gubernur Riau Sebut Kuansing Potensi Jadi Kawasan Pariwisata
-
Sosial
Peringatan HANI 2017, Gubri Minta Seluruh Unsur Berantas Narkoba
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak

